Hukum Potong Kuku dan Rambut Bagi Shohibul Qurban di Hari Raya Idul Adha, Bolehkah? Simak Ini

KENDARINEWS.COM–Jelang hari raya Idul Adha mungkin banyak yang belum mengetahui tentang adab berkurban, yang salah satunya hukum potong kuku, rambut dan lainnya bagi muslim yang niat berkurban.

Hari Raya Idul Adha tahun 2024 jatuh pada 17 Juni, saat itu umat Islam yang mampu dianjurkan untuk melakukan ibadah yakni kurban.

Ada ketentuan yang harus diikuti khususnya untuk shohibul qurban atau orang yang melakukan kurban.

Ketentuan tersebut mengenai tidak boleh memotong kuku dan rambut sebelum melakukan penyembelihan hewan kurban.

Namun masih banyak yang belum jelas mengenai ketentuan hukum memotong kuku dan rambut.

Perlu diketahui bagi umat muslim, saat menginjak tanggal 10 Dzulhijjah maka untuk umat muslim yang melakukan kurban disarankan tidak memotong kuku dan rambut.

Hal ini juga sesuai dengan hadits Nabi Muhmmad SAW.

إذا دخل العشر من ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضحي فلا يمس من شعره ولا بشره شيئا حتى يضحي

Artinya: “Apabila sepuluh hari pertama Dzulhijjah telah masuk dan seorang di antara kamu hendak berqurban, maka janganlah menyentuh rambut dan kulit sedikitpun, sampai (selesai) berqurban,” (HR Ibnu Majah, Ahmad, dan lain-lain).

Hanya saja hadits itu juga masih banyak perdebatan dari para ulama.

Hal ini disebabkan terjadinya pendapat yang berbeda terkait larangan bagi orang yang akan berkurban.

Atau justru hal ini berlaku untuk hewan yang akan untuk dikurbankan.

Ada pendapat yang menjelaskan jika Nabi Muhammad SAW tidak memperbolehkan orang yang akan berkurban untuk memotong kuku dan rambut.

Tidak bolehnya kuku dan rambut dipotong ini berlaku mulai dari 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah.

Meskipun ada larangan tidak boleh memotong kuku dan rambut, namun ada juga yang berpendapat berbeda.

Maksud dari larangan Nabi tersebut yakni terkait pada makruh, atau hanya mubah saja.

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ menjelaskan hikmah dari sunnah tersebut maksudnyaa seluruh tubuh di akhirat bisa terselamatkan dari api neraka. 

Seperti yang diketahui, dengan melakukan ibadah kurban maka orang yang berkurban bisa diselamatkan dari siksa api neraka.

Ada juga yang memberikan pendapat jika larangan memotong kuku dan rambut bukan berlaku untuk orang yang akan berkurban.

Namun ketentuan ini justru berlaku untuk hewan kurban yang kuku dan rambutnya dipotong sebelum disembelih. 

Karena hal ini didasari pada kuku, bulu dan kulit hewan kurban menjadi saksi pada saat di akhirat nanti.

Selain itu dengan tidak mencukur kuku dan rambut sebelum hari raya Idul Adha bagi yang berkurban juga ada hikmah yang bisa dirasakan.

Hikmah yang dimaksud tersebut yakni seluruh anggota tubuh meskipun kecil maka bisa diselamatkan dari siksa api neraka.

Dari beragam pendapat ulama ini disimpulkan, bagi yang akan melakukan ibadah kurban maka dianjurkan tidak memotong kuku dan rambut.

Hanya saja berbeda jika kuku dan rambut kondisinya kotor dan panjang.

Maka tetap boleh dilakukan dan hewan kurban yang akan disembelih tetap dilakukan.

Karena rambut dan kuku yang dipotong tidak ada kaitannya dengan sah atau tidaknya kurban.

Selain itu, bagi yang berkurban juga dianjurkan untuk mematahkan tanduk, memotong kuku hewan kurban.

Karena kuku, tanduk hingga kulit hewan kurban bisa menjadi saksi di hadapan Allah SWT. (net/kn)

Tinggalkan Balasan