Prof Edi Karno Resmi Mendaftar Jadi Balon Rektor UHO 2026–2030

KENDARINEWS. COM-— Arena pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 makin ramai. Senin (25/5/2026) pukul 14.10 Wita, Prof Edi Karno resmi menyerahkan berkas pendaftaran ke panitia Pilrek di Gedung Rektorat Lantai IV, menjadi pendaftar kelima yang masuk ke bursa kepemimpinan kampus kebanggaan Sulawesi Tenggara itu.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Prof Ali Bain, langsung melakukan pengecekan terhadap seluruh dokumen yang diserahkan.

Setelah meneliti satu per satu persyaratan, Prof Ali Bain menyatakan bahwa berkas yang diserahkan Prof Edi Karno telah lengkap, memenuhi syarat, dan dapat diterima. Langkah selanjutnya, dokumen tersebut akan memasuki tahap penelitian lebih mendalam atau verifikasi administrasi secara resmi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Saya sudah periksa berkas pencalonan Bapak Prof Edi Karno. Secara administrasi, berkas yang bersangkutan lengkap dan memenuhi persyaratan, sehingga dapat kami terima. Tinggal nantinya akan dilakukan verifikasi lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku,” ungkap Prof Ali Bain usai proses penyerahan.

Kedatangan Prof Edi Karno melengkapi daftar nama-nama akademisi yang sudah lebih dulu mendaftar: Prof Ruslin, Prof Takdir Saili, Prof Baru Sadaru, Prof Azhar Bafadal. Langkah ini makin menegaskan persaingan terbuka dan ketat untuk memimpin UHO lima tahun ke depan.

Daftar calon makin beragam, mulai dari pimpinan fakultas, wakil rektor, hingga akademisi senior yang punya rekam jejak panjang di dunia pendidikan dan manajemen kampus. Pendaftaran sendiri dibuka sejak 12 Mei dan masih berlangsung hingga 2 Juni 2026.

Setelah penutupan pendaftaran, tahapan selanjutnya adalah verifikasi administrasi (9–17 Juni), pemaparan visi-misi dan program kerja, hingga penetapan calon sah sebelum pemilihan berlangsung. Rektor terpilih nantinya akan dilantik 25 Agustus 2026, menggantikan pimpinan periode sebelumnya.

Kehadiran Prof Edi Karno makin memanaskan dinamika politik akademik di UHO. Seluruh sivitas akademika kini menanti visi dan gagasan apa yang akan ditawarkannya demi memajukan kampus ini menjadi lebih unggul, berdaya saing, dan berperan besar bagi Sulawesi Tenggara dan Indonesia Timur.(ani)

Tinggalkan Balasan