KENDARINEWS. COM— Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si., resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030. Langkah ini ia ambil setelah sebelumnya menunda niatnya demi mendukung sahabat dan rekannya, almarhum Prof. Armid, pada kontestasi sebelumnya.
Di hadapan awak media usai mendaftar di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor, Prof Ida mengungkapkan, persiapan untuk memimpin kampus kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara ini sebenarnya telah ia lakukan sejak tahun lalu. Namun, kehadiran almarhum Prof. Armid membuatnya memilih mengesampingkan ambisi pribadi demi persahabatan dan kerja sama tim.
“Sebenarnya rencana ini sudah ada sejak tahun lalu. Seharusnya saya sudah maju di tahun 2025. Namun, karena almarhum Prof. Armid maju dan kami satu tim, maka saya mengurungkan niat dan memberikan dukungan penuh kepada beliau. Qadarullah Allah berkehendak lain dan memanggil beliau lebih dulu. Maka, saya anggap tahun 2026 ini adalah saat yang tepat bagi saya untuk mendaftar dan melanjutkan estafet kepemimpinan ini,” ungkapnya.
Yakin Menang, Andalkan Rekam Jejak dan Kualitas
Berbeda dengan pemilihan kepala daerah yang menyasar masyarakat luas, Prof Ida menilai Pilrek UHO memiliki karakteristik khusus. Para pemilih di Senat Universitas, menurutnya, adalah kaum intelektual yang sangat memahami kriteria pemimpin yang tepat bagi kemajuan kampus. Hal inilah yang membuatnya sangat yakin dapat memenangkan persaingan.
“Saya sangat yakin bisa terpilih. Pemilih di sini adalah para intelektual. Tentu pertimbangan mereka sangat matang, mulai dari rekam jejak, keseharian, integritas, hingga apa yang bisa saya kembangkan untuk membesarkan UHO ke depan. Saya percaya teman-teman senat akan memilih berdasarkan kriteria-kriteria tersebut,” tegasnya penuh percaya diri.
Lanjutkan Visi, Sejalan dengan Asta Cita Presiden
Terkait visi dan misi yang ditawarkan, Prof Ida menegaskan tidak akan melakukan perubahan haluan besar-besaran. Ia justru berkomitmen melanjutkan apa yang sudah tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) UHO serta menjaga semangat slogan kampus: Harapan, Kebanggaan, dan Kepercayaan Bangsa. Penyesuaian hanya akan dilakukan untuk menyempurnakan program yang belum tercakup sepenuhnya.
Visi kepemimpinannya juga dirancang selaras dengan program besar nasional Presiden Prabowo Subianto, Asta Cita. Ada tiga poin utama yang akan menjadi fokus perhatiannya jika dipercaya memimpin, yaitu kemandirian bangsa, pengembangan sumber daya manusia, serta hilirisasi dan industrialisasi.
“Langkah ke depan harus sejalan dengan arah kebijakan negara. Kami akan menyelaraskan program kerja dengan Asta Cita, terutama poin kedua tentang kemandirian bangsa, poin keempat pengembangan SDM, dan poin kelima terkait hilirisasi dan industrialisasi. Semua ini demi mewujudkan UHO yang semakin bermutu dan berdaya saing,” pungkas Prof Ida Usman.










































