APTISI Gandeng SURGE: Digitalisasi 4.095 PTS, Internet Gratis & AI Kunci Mutu Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045

KENDRINEWS. COM– Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) menjalin kolaborasi strategis dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Langkah ini bertujuan memperkuat ekosistem digital perguruan tinggi swasta (PTS) di seluruh Indonesia, sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan pemerataan akses pendidikan tinggi nasional.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Auditorium Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Hashim S. Djojohadikusumo, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Ketua Umum APTISI Pusat, Ir. Fadel Muhammad selaku Penasihat Strategis PT Solusi Sinergi Digital Tbk, pengurus APTISI pusat dan wilayah, serta para pimpinan perguruan tinggi.

Kerja sama ini diarahkan untuk memperluas akses konektivitas, termasuk penyediaan akses internet gratis, penguatan sistem pembelajaran digital, peningkatan layanan kampus berbasis teknologi, hingga pengembangan platform pembelajaran cerdas berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Cakupan kolaborasi ini meliputi seluruh 4.095 PTS yang berada di bawah naungan APTISI di berbagai wilayah Indonesia.

Program ini diharapkan mampu membantu perguruan tinggi meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar, memperluas jangkauan akses pendidikan tinggi, serta memperkuat tata kelola akademik yang berbasis data dan teknologi.

Dalam sambutannya, Mendiktisaintek Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan bahwa transformasi digital menjadi fondasi utama dalam memajukan pendidikan tinggi nasional.

“Transformasi digital merupakan fondasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperluas akses, serta memperkuat relevansi perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan nasional,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga meluncurkan program Fasilitasi Sekolah Kepemimpinan untuk PTS. Program ini dirancang khusus guna memperkuat tata kelola kelembagaan dan meningkatkan daya saing perguruan tinggi swasta di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua Umum APTISI Pusat, Muhammad Budi Djatmiko, menyatakan bahwa penguatan infrastruktur digital saat ini sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi seluruh perguruan tinggi swasta di Indonesia. Menurutnya, peran PTS sangat krusial dalam upaya meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi nasional mengingat penyebarannya yang luas hingga ke daerah-daerah.

“Jika Indonesia ingin meningkatkan APK pendidikan tinggi secara signifikan, maka PTS harus diperkuat. Tidak mungkin APK pendidikan tinggi naik secara nasional tanpa melibatkan perguruan tinggi swasta,” tegasnya.

APTISI menilai, target peningkatan APK pendidikan tinggi hingga mencapai 40 persen pada tahun 2029 akan lebih realistis tercapai melalui penerapan digitalisasi kampus, pembelajaran jarak jauh, sistem pembelajaran campuran (blended learning), serta penggunaan platform akademik berbasis kecerdasan buatan.

Kolaborasi ini semakin diperkuat dengan potensi sinergi bersama PT Pos Indonesia dan jaringan Koperasi Desa Merah Putih. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan implementasi program hingga ke pelosok daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Dalam orasi ilmiahnya bertajuk “Transformasi Digital Pendidikan Tinggi: Pilar Utama Peningkatan Mutu, Pemerataan Akses, dan APK Menuju 40%”, Hashim S. Djojohadikusumo menekankan bahwa pemerataan akses internet berkecepatan tinggi merupakan syarat mutlak terciptanya keadilan pendidikan. Hal ini sangat penting, khususnya bagi mahasiswa yang berada di wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses dan konektivitas.

Melalui kerja sama ini, APTISI dan SURGE menargetkan terciptanya ekosistem kampus digital yang lebih modern, terintegrasi, dan tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Sejumlah program strategis telah disiapkan, mulai dari penyediaan akses internet, pengembangan sistem manajemen pembelajaran (Learning Management System/LMS), pembelajaran berbasis AI, hingga perluasan jaringan konektivitas nasional.

Layanan konektivitas yang akan disediakan memanfaatkan infrastruktur teknologi milik SURGE, melalui solusi internet tetap berkecepatan tinggi dari IRA – Internet Rakyat yang berbasis teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA), serta layanan kabel serat optik Fiber-To-The-Home (FTTH) bernama Starlite.

Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Yune Marketatmo, menegaskan komitmen perusahaannya untuk mendukung pemerataan pendidikan berbasis teknologi di Indonesia.

“Pendidikan merupakan salah satu pilar utama kemajuan bangsa. Melalui kolaborasi strategis bersama APTISI, SURGE berkomitmen membuka akses konektivitas digital yang lebih luas, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mempercepat pemerataan pendidikan berbasis teknologi di seluruh Indonesia,” ucap Yune.

Wakil Ketua APTISI, Paristiyanti Nurwardani, menambahkan bahwa kerja sama ini menjadi langkah bersejarah untuk menyatukan seluruh ekosistem data dan layanan akademik PTS di Indonesia dalam satu sistem yang terpadu.

“Selama ini kami tidak bisa menjangkau dosen dan mahasiswa di seluruh Indonesia karena keterbatasan komunikasi. Dengan SURGE memberikan akses internet gratis di seluruh Perguruan Tinggi Swasta, maka sekarang kita menjadi satu basis data terpadu. Integrasi ini akan mendukung berbagai layanan pendidikan, mulai dari pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penjaminan mutu, hingga pelatihan kepemimpinan kampus,” jelasnya.

Selain konektivitas, kerja sama ini juga memungkinkan terjadinya pertukaran sumber daya antar kampus. Melalui platform digital terintegrasi, perguruan tinggi dapat saling berbagi modul ajar, hasil penelitian, hingga keahlian tenaga pengajar.

“Dosen yang berkualitas di satu kampus bisa menjadi referensi bagi kampus lain. Sekarang kita bisa saling berbagi modul, saling bertukar hasil penelitian, bahkan membantu kampus yang masih kekurangan tenaga pengajar,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua APTISI Wilayah Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Andi Bahrun, menyambut baik dan mengucapkan syukur atas terjalinnya kerja sama ini. Ia menilai kolaborasi ini merupakan peluang emas bagi digitalisasi 4.095 kampus swasta di Indonesia, termasuk 45 PTS yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara.

“Kerja sama ini bukan hanya memperkuat akses internet di kampus, tetapi juga menjadi langkah nyata menuju lahirnya ekosistem Kampus Digital PTS Indonesia yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Hal ini sangat mendukung visi besar Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan