KENDARINEWS.COM— Brigadir Jenderal Polisi Himawan Bayu Aji resmi memangku jabatan baru sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara. Di awal kepemimpinannya, ia langsung menegaskan arah kebijakan utama diantaranya menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan lebih mengedepankan langkah pencegahan serta mempererat sinergi bersama seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
Setelah menerima amanah pelantikan dari Kapolri, Brigjen Himawan menyampaikan salam perkenalan sekaligus harapan agar kehadirannya dapat diterima baik oleh seluruh warga Bumi Anoa dalam menjalankan tugas pengabdian.
“Saya yang baru saja diberikan amanah oleh Bapak Kapolri untuk memimpin Polda Sultra, mohon izin bergabung dan melaksanakan tugas bersama masyarakat Sulawesi Tenggara. Kami berharap dapat diterima dan menjalankan kepercayaan ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya dalam pernyataan perdananya di Mapolda Sultra Rabu (20/5/2026).
Brigjen Himawan mengapresiasi capaian keamanan yang telah dibangun sebelumnya. Ia menilai situasi kamtibmas di Sultra saat ini sudah cukup baik, didukung oleh soliditas masyarakat serta kerja sama yang erat antara kepolisian dan berbagai pihak. Kondisi tersebut menjadi modal berharga yang akan terus dijaga dan ditingkatkan kualitasnya.
Menurutnya, pola penanganan keamanan ke depan tidak akan hanya bertumpu pada penindakan semata.
Ia menekankan bahwa penegakan hukum adalah langkah terakhir atau ultimum remedium untuk memberikan efek jera.
Sementara itu, pendekatan preemtif dan preventif justru akan ditempatkan sebagai prioritas utama.
“Penegakan hukum bukan satu-satunya cara. Kami lebih mengutamakan pencegahan dan edukasi agar masyarakat tidak terjerumus menjadi pelaku maupun menjadi korban kejahatan. Penindakan hukum tetap ada, namun menjadi langkah akhir jika upaya pencegahan tidak lagi mempan,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, kerja sama lintas sektor menjadi kunci. Kapolda baru ini berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi berkelanjutan, bertukar informasi, dan berdiskusi dengan para pemangku kepentingan. Tujuannya agar setiap kebijakan dan solusi yang diambil benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan persoalan yang ada di lapangan.
Khusus menyikapi tantangan zaman, Brigjen Himawan secara khusus mengingatkan publik untuk mewaspadai maraknya kejahatan siber. Mengingat kejahatan jenis ini bersifat lintas negara, tanpa batas wilayah, dan pelakunya bisa berada di mana saja, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan diri sendiri.
“Kejahatan siber itu borderless, tidak mengenal batas wilayah. Mitigasi, edukasi, serta langkah-langkah antisipatif adalah kunci utamanya. Kami pastikan kepolisian hadir memberikan pemahaman, agar masyarakat di Sulawesi Tenggara tetap aman, nyaman, dan terhindar dari segala bentuk kejahatan,” pungkasnya.(and)










































