KENDARINEWS. COM– Pemerintah Kota Kendari kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Jumat (29/5/2026). Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, Perum Bulog, distributor pangan, serta sejumlah pelaku usaha guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat.
Sejak pagi, antusiasme warga sudah sangat terlihat. Antrean mengular memenuhi sejumlah stan yang menjual berbagai kebutuhan dasar, terutama beras dan minyak goreng. Dalam kegiatan ini, harga ditetapkan jauh lebih murah dibandingkan harga pasar, yaitu minyak goreng dijual Rp15.700 per liter, telur ayam Rp50.000 per rak, dan beras tersedia dengan harga Rp58.000.
Kegiatan istimewa ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, perwakilan Bulog Pusat, serta para pejabat tinggi daerah dan instansi terkait. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, juga turut hadir meninjau lokasi, berdialog langsung dengan warga yang berbelanja, serta membagikan kupon belanja kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi prioritas utama pemerintah. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi di tengah ketidakpastian akibat gejolak geopolitik global, ancaman pemanasan global, hingga cuaca ekstrem yang berpotensi menurunkan produktivitas pertanian nasional. Menurutnya, kehadiran negara sangat diperlukan agar masyarakat tetap bisa mengakses pangan dengan harga wajar.
“Kita patut bersyukur ekonomi makro kita masih berjalan efektif. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I tahun 2026 mencapai 5,11 persen, dan inflasi nasional juga masih aman dan terkendali di angka 2,43 persen,” ungkapnya.
Ia pun memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Kendari yang dinilai sangat aktif melakukan intervensi pasar untuk mengendalikan laju inflasi. “Saya mendapat laporan, Kota Kendari sudah puluhan kali menggelar gerakan ini. Ini luar biasa dan menjadi perhatian khusus Bapak Menteri Dalam Negeri,” tambahnya.
Lebih lanjut dijelaskan, keberhasilan menjaga stabilitas harga tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan butuh kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, BUMD, hingga pelaku usaha. Wiyagus juga menyebutkan stok beras nasional yang dikelola Bulog saat ini mencapai 5 juta ton, jumlah tertinggi sepanjang sejarah. Namun, stok yang melimpah tersebut harus disertai kemudahan akses agar bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menjelaskan bahwa GPM merupakan strategi utama Pemkot Kendari untuk menstabilkan harga sekaligus menahan laju inflasi. Sebagai ibu kota provinsi, Kendari memiliki potensi kenaikan harga yang cukup tinggi, sehingga intervensi pasar dilakukan secara rutin.
“Kami berupaya menjaga agar harga tidak terlalu tinggi sehingga terjangkau warga, namun di sisi lain kami juga pastikan harga tidak merugikan, supaya produsen dan UMKM kita tetap bisa tumbuh dan berkembang,” tegas Sudirman.
Pada pelaksanaan kali ini, pemerintah melibatkan sekitar 25 tenan distributor dan 15 pelaku usaha olahan pangan. Selain menjual kebutuhan pokok dengan harga murah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial bagi warga terdampak banjir di Kota Kendari, sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.(lis)
buatkan judul lebih simpel










































