KENDARINEWS.COM–– Aula Kantor Desa Watalara, Kecamatan Baula, tampak penuh sesak namun hangat. Ratusan warga dari berbagai usia hadir dengan antusias, menyimak materi kesehatan yang disampaikan. Melalui kegiatan promosi kesehatan ini, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan Tuberkulosis (TBC).
Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi biasa, melainkan bentuk kepedulian nyata perusahaan untuk mendukung pemerintah menekan angka penyebaran penyakit yang masih menjadi ancaman serius tersebut.
Occupational Health Doctor PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, dr. R. Fausan Numyani P., menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami hadir untuk membangun kedekatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. Khususnya mengenai bahaya TBC dan cara pencegahannya,” ujar dr. Fausan.
Langkah Berkelanjutan Menuju Daerah Sehat
Program di Desa Watalara ini merupakan titik ke-10 pelaksanaan promosi kesehatan yang dilakukan oleh PT Vale di kawasan IGP Pomalaa. Langkah ini merupakan komitmen berkelanjutan yang sejalan dengan visi mewujudkan Kabupaten Kolaka sebagai daerah yang sehat, bersih, dan berdaya.
Bekerja sama langsung dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Baula, tim memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain edukasi, warga juga diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis secara menyeluruh.
dr. Fausan menekankan bahwa kunci pencegahan TBC sebenarnya dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.
“Pencegahan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menjaga kebersihan rumah, memakai masker saat sakit, rajin mencuci tangan, dan segera memeriksakan diri jika mengalami batuk lebih dari dua minggu. Langkah kecil ini sangat penting untuk mendukung target nasional pengendalian TBC hingga tahun 2050,” jelasnya.
Apresiasi Pemerintah Daerah
Kehadiran program ini mendapat sambutan positif dari pemerintah setempat. Kepala Desa Watalara, Tomy Ansyar, mengapresiasi inisiatif tersebut karena sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Dulu mungkin masih banyak yang belum paham. Sekarang warga jadi tahu apa penyebabnya, bagaimana cara mencegah, dan kemana harus mengobati. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi kami,” ungkap Tomy.
Senada, Camat Baula, Syahrial Darmawan, menilai bahwa kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan.
“Upaya bersama seperti ini sangat efektif menekan angka kasus TBC. Penyampaian informasi langsung ke masyarakat memang cara yang paling tepat dan dibutuhkan,” tuturnya.
Di Desa Watalara, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa perjuangan menuju Indonesia bebas TBC dimulai dari kesadaran bersama di tingkat desa. Semangat hidup sehat ditanamkan, harapan akan masa depan yang lebih sehat pun semakin kuat.










































