KENDARINEWS.COM— Universitas Halu Oleo (UHO) menerapkan aturan tegas dalam penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Mandiri Masuk (SMM) tahun ini. Bagi calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), dipastikan tidak bisa lagi mendaftar atau mengikuti seleksi di jalur mandiri. Kebijakan ini diterapkan guna mengantisipasi penumpukan pendaftar di program studi unggulan sekaligus menata distribusi peminat agar lebih merata.
Wakil Rektor Bidang Akademik UHO, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, M.P menegaskan, pembatasan ini sudah terpasang otomatis dalam sistem pendaftaran terintegrasi. Data peserta yang sudah dinyatakan lolos di dua jalur nasional tersebut akan langsung terverifikasi, sehingga akses pendaftaran di jalur mandiri otomatis tertutup.
“Di sistem itu sebenarnya aturannya sudah ada. Jadi mereka yang sudah lulus di dua jalur sebelumnya memang tidak bisa lagi mendaftar di seleksi mandiri karena akan langsung terverifikasi otomatis. Tidak ada celah untuk mendaftar ulang,” tegas Prof Santiaji saat diwawancarai, Jumat (29/5/2026).
Menanggapi keluhan sebagian peserta yang merasa diterima di jurusan yang bukan menjadi pilihan utamanya, Prof Santiaji mengingatkan bahwa setiap hasil seleksi adalah konsekuensi dari pilihan yang telah ditentukan sendiri oleh peserta saat pendaftaran. Masalah ini sering terjadi karena banyak calon mahasiswa menempatkan program studi favorit atau unggulan bukan pada pilihan utama, melainkan di urutan kedua atau ketiga.
“Kami menilai para peserta sebenarnya telah menentukan pilihan sejak awal pendaftaran. Semua itu sudah menjadi pilihan mereka sendiri. Karena itu kami selalu mengingatkan, kalau memang benar-benar menginginkan satu program studi tertentu, sebaiknya fokus memilih itu sebagai pilihan utama. Banyak kasus muncul karena prodi unggulan justru diletakkan di pilihan kedua atau ketiga, akhirnya lulus di jurusan lain yang bukan prioritas,” jelasnya.
Sistem Dibatasi Cegah Penumpukan di Prodi Unggulan
Selain aturan larangan bagi peserta yang sudah lulus jalur nasional, UHO juga merancang sistem seleksi khusus untuk membatasi pilihan ganda pada prodi-prodi unggulan. Terdapat sembilan program studi unggulan yang telah dipetakan dalam sistem, di mana peserta hanya bisa memilih satu di antaranya.
Mekanismenya, jika peserta memilih satu prodi unggulan, maka prodi unggulan lainnya otomatis hilang dari daftar pilihan. Sebagai contoh, peserta yang memilih Farmasi tidak akan bisa melihat atau memilih Kedokteran, dan sebaliknya. Langkah ini diambil agar persaingan tidak menumpuk hanya di beberapa jurusan populer saja.
“Ini memang untuk mengantisipasi penumpukan pendaftar di beberapa prodi favorit. Dengan pola tersebut, peserta diharapkan benar-benar menentukan prioritas program studi sesuai minat dan kesiapan mereka. Apalagi kuota di prodi seperti Kedokteran jumlahnya sangat terbatas, maka sistem harus lebih ketat,” ujarnya.
Terkait kuota penerimaan jalur mandiri tahun ini, UHO masih menerapkan komposisi yang sama dengan tahun sebelumnya, yaitu 30 persen jalur prestasi, 40 persen jalur tes, dan 30 persen jalur kemitraan atau mandiri. Pembagian ini dilakukan agar seleksi berjalan adil dan kuota terdistribusi sesuai kapasitas daya tampung kampus.
“Tujuannya satu, agar distribusi pendaftar lebih merata, persaingan lebih sehat, dan kualitas mahasiswa yang diterima tetap terjaga sesuai standar UHO,” pungkas Prof Santiaji.










































