Merokok Saat Buka Puasa? Siap-siap Hadapi Risiko ini

KENDARINEWS.COM — Di momen berbuka puasa, tak sedikit perokok yang langsung memilih untuk menyulut rokok. Kebiasaan ini, meskipun terkesan sepele bagi sebagian orang, ternyata membawa dampak buruk bagi kesehatan, terutama ketika dilakukan saat perut kosong setelah berpuasa seharian.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, merokok setelah berbuka tanpa asupan nutrisi terlebih dahulu berarti memperkenalkan tubuh pada zat-zat beracun sebagai konsumsi pertama. Efek nikotin dan zat berbahaya lain dari rokok bisa langsung terserap oleh otak, perut, dan sistem sirkulasi darah, berpotensi menyebabkan mual, sakit kepala, gangguan aliran darah, hingga iritasi saluran pernapasan.

Selain itu, berpuasa di bulan Ramadan sebenarnya memberikan kesempatan emas bagi para perokok yang ingin berhenti. Dengan tidak merokok selama jam puasa, ini bisa menjadi langkah awal untuk lepas dari ketergantungan nikotin. Kementerian Kesehatan RI menyediakan layanan konsultasi gratis bagi perokok yang ingin berhenti, dimana dalam waktu sekitar enam bulan, banyak yang berhasil berhenti merokok dengan niat yang kuat dan dukungan yang tepat.

Tinggalkan Balasan