Pemprov Sultra Salurkan Beasiswa ke 150 Mahasiswa

KENDARINEWS. COM–— Setelah sempat tertunda lama akibat kendala teknis penganggaran, bantuan pendidikan bagi mahasiswa Sulawesi Tenggara akhirnya disalurkan. Pemerintah Provinsi Sultra bersama Yayasan Asmar Abadi resmi menyerahkan beasiswa kepada 150 mahasiswa terpilih, hasil dari proses seleksi ulang yang melibatkan tim akademisi independen untuk menjamin objektivitas dan ketepatan sasaran.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan penyaluran ini adalah bukti nyata pemerintah menepati janji. Awalnya, bantuan ini dirancang di bawah program unggulan Sultra Cerdas. Namun, kendala aturan penganggaran dan nomenklatur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat pencairan tidak bisa berjalan sesuai rencana, padahal proses seleksi sudah dilakukan sejak tahun lalu.

“Sudah hampir setahun mereka menunggu. Karena keterbatasan aturan APBD yang tidak bisa kita langgar demi menjaga kepatuhan hukum, akhirnya kita ambil jalan terbaik: penyaluran dibantu dan diambil alih oleh Yayasan Asmar Abadi. Tujuannya satu, agar hak mahasiswa yang berprestasi dan membutuhkan ini segera terpenuhi,” ungkap Gubernur Andi usai acara penyerahan bantuan.

Ke-150 penerima beasiswa tersebut terdiri dari 100 mahasiswa jenjang S1, 30 mahasiswa S2, dan 20 mahasiswa S3. Gubernur menambahkan, kemungkinan penambahan kuota penerima di masa mendatang masih terbuka, namun sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah dan kesesuaian program dengan regulasi yang berlaku.

Sementara itu, Ketua Yayasan Asmar Abadi, Arinta Andi Sumangerukka, menjelaskan bahwa proses seleksi ulang dilakukan secara sangat ketat dan transparan. Yayasan mengundang tim akademisi dari Universitas Halu Oleo — yang terdiri dari profesor dan doktor di bidang pendidikan — untuk menyaring calon penerima. Hal ini dilakukan demi memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat.

“Kami tidak hanya melihat satu sisi saja. Kriteria penilaian kami gabungkan antara prestasi akademik dan IPK, kesesuaian jurusan dengan kebutuhan pembangunan daerah, kondisi ekonomi keluarga, hingga pemerataan keterwakilan dari seluruh kabupaten dan kota di Sultra. Kami ingin yang berprestasi dan yang membutuhkan sama-sama terakomodir,” jelas Arinta yang juga menjabat Ketua TP PKK Sultra.

Lebih jauh, Arinta mengingatkan para mahasiswa penerima beasiswa untuk menjadikan dukungan ini sebagai motivasi, bukan sekadar bantuan materi. Ia berharap indeks prestasi yang diraih nantinya menjadi bukti tanggung jawab moral atas kepercayaan yang diberikan.

“Saya sempat membaca tulisan dan harapan mereka. Semangat mereka ingin berkontribusi membangun daerah sangat besar. Jadikan ilmu yang didapat nanti sebagai amal jariyah untuk kemajuan Sulawesi Tenggara. Kami juga membuka ruang evaluasi, supaya pelaksanaan program ini ke depan bisa lebih sempurna lagi,” pungkasnya.

Penyaluran beasiswa ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Sultra, sekaligus menunjukkan komitmen berkelanjutan pemerintah dan mitra sosialnya dalam mencetak sumber daya manusia unggul, cerdas, dan siap memajukan daerah. (jib)

Tinggalkan Balasan