KENDARINEWS. COM–Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., secara resmi telah melayangkan permohonan mutasi pribadi untuk kembali mengabdi di dunia akademik. Jenderal ASN Sultra ini memantapkan langkah untuk pulang ke “rumah asal” sebagai tenaga pendidik di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.
Keputusan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Asrun Lio. Ia menjelaskan bahwa surat permohonan pindah tugas telah diajukan sejak pertengahan Maret lalu melalui mekanisme resmi yang ditujukan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Rektor UHO.
”Ini adalah keputusan pribadi dan bagian dari ikhtiar saya untuk melanjutkan pengabdian di dunia pendidikan tinggi. Saya mengajukan diri untuk kembali bertugas sebagai dosen dengan jabatan Lektor Kepala pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHO,” ungkap Asrun Lio.
Langkah ini bukan tanpa rencana matang. Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra ini membeberkan bahwa salah satu target utamanya kembali ke kampus adalah untuk mengejar gelar akademik tertinggi. Ia mengaku membutuhkan ruang dan waktu yang lebih fokus untuk memenuhi persyaratan administratif demi meraih jabatan guru besar (profesor).
”Fokus saya ke depan adalah memastikan proses administrasi ini berjalan lancar agar bisa segera aktif kembali di kampus. Saya juga perlu mengumpulkan angka kredit dan memenuhi persyaratan akademik lainnya yang dibutuhkan untuk mencapai gelar guru besar,” tambahnya.
Meski proses perpindahan tengah bergulir, Asrun Lio menegaskan komitmennya untuk tetap menuntaskan tanggung jawab di birokrasi. Ia menjamin bahwa pelayanan publik dan roda pemerintahan di bawah kendali Sekretariat Daerah tidak akan terganggu selama masa transisi.
”Selama SK resmi belum keluar, saya tetap menjalankan tugas sebagai Sekda secara penuh. Semua tanggung jawab pemerintahan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Bagi Asrun, transisi dari kursi birokrasi kembali ke ruang kelas merupakan sinergi pengabdian. Ia meyakini pengalaman luas yang didapatkannya selama memimpin birokrasi di Sultra akan menjadi nilai tambah dalam memperkaya materi pengajaran, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan kebijakan publik.
”Prinsipnya, pengabdian saya untuk Sulawesi Tenggara tidak akan putus. Baik itu melalui jalur pemerintahan maupun lewat jalur pendidikan. Saya berharap proses ini memberikan manfaat luas bagi kemajuan daerah ke depan,” pungkasnya.
