Pasang Surut Maksimum Air Laut Bakal Terjadi 9 -14 April, Ini Imbauan Pj Gubernur

KENDARINEWS.COM–Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau seluruh masyarakat agar waspada terhadap kondisi pasang surut maksimum air laut.

Dimana berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultra akan terjadi pasang tinggi antara tanggal 9 hingga 14 April di Sultra. Hal ini disebabkan karena posisi Matahari, Bulan dan Bumi sejajar serta posisi bulan jaraknya lebih dekat dari biasanya (perigee).

Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto mengimbau seluruh masyarakat akam lebih waspada terhadap kondisi pasang surut maksimum air laut, dimana info dari BMKG ini akan terjadi di beberpa wilayah Sultra pada 9 hingga 14 April.

Khusus untuk masyarkat pesisir dan utamanya yang pernah terendam pasang agar hati-hati dan bersiap untuk antisipasinya. Begitu juga untuk para petani tambak untuk lebih siap menghadapi akan terjadinya pasang tinggi supaya tambaknya tidak luber sehingga ikan/udang tidak keluar dari dalam tambak.

“Pasang tinggi yang akan terjadi antara tanggal 9 – 14 April 2024, diprediksi tingginya lebih dari 1.9 meter. Hal ini juga pernah terjadi saat awal Ramadhan (10 – 15 Maret) dan ada beberapa daerah yang terdampak. Semoga informasi ini bermanfaat,”ujarnya Jenderal tiga Bintang itu.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Sultra,  Sugeng  Widarko mengatakan, BMKG memastikan gerhana matahari total hanya akan terjadi diwilayah Amerika, Meksiko dan Kanada. Tak akan nampak diwilayah Sultra dan Indonesia secara menyeluruh.

“Gerhana matahari tdk akan dapat dilihat dari Indonesia khususnya Sultra. Yang terdampak (matahari redup-gelap) di Amerika, Meksiko dan Kanada. Dan waktu kejadian untuk wilayah Indonesia masih malam hari (15.42 – 20.52 UTC atau 8 April jam 23.42 WITA – 9 April jam 04.52 WITA) Jadi Matahari belum muncul. Sehingga tak akan terlihat dari wilayah kita,”kata Sugeng.

Dijelaskan, untuk kejadian pasang surut akan terjadi pasang tinggi antara tanggal 9 hingga 14 April di Sultra. Hal ini disebabkan karena posisi Mahari, Bulan dan Bumi sejajar serta posisi bulan jaraknya lebih dekat dari biasanya (perigee).

“Pasang tinggi yang akan terjadi antara tanggal 9 – 14 April 2024, diprediksi tingginya lebih dari 1.9 meter. Berdasarakan data yang ada, kejadian ini juga pernah terjadi saat awal Ramadhan  pada 10 hingga 15 Maret dan beberapa daerah  terdampak. Karenanya masyarakat  perlu lebih wasapada,”ujarnya.

Dijelaskan, berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, pasang maksimum berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Timur Sultra diantaranya, pesisir Konawe Utara (Konut), pesisir Konawe, pesisir Kendari, pesisir Konawe Kepulauan (Konkep), pesisir Konawe Selatan (Konsel), pesisir Bombana, pesisir Buton Utara (Butur), pesisir Buton, pesisir Buton Selatan (Busel), pesisir Baubau, dan pesisir Wakatobi.

“Potensi pasang maksimum ini terjadi satu kali dalam satu hari pasang surut dan waktu pasang mulai terjadi pada siang hingga sore hari dengan tinggi pasang maksimum lebih dari 1.9 Meter pada tanggal 9 – 14 April 2024, yang secara umum berdampak pada aktivitas masyrakat di sekitar pelabuhan dan pesisir,”jelasnya.

Masyrakat di imbau untuk selalu waspada dan siaga untuk menghadapi dampak dari pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari atau menghubungi Nomor Operasional 08114005929.

“Khusus untuk masyarkat pesisir dan utamanya yg pernah terendam pasang agar hati2 dan bersiap untuk antisipasinya. Begitu juga untuk para petani tambak untuk lebih siap menghadapi akan terjadinya pasang tinggi supaya tambaknya tidak luber sehingga ikan/udang tidak keluar dari dalam tambak,”pungkasnya. (rah/kn)

Tinggalkan Balasan