Persaingan Ketat Pemda Berprestasi Regional Sulawesi 2026, Kemendagri Dorong Daerah Berlomba Lahirkan Inovasi Nyata

KENDARINEWS.COM – Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Sulawesi Tahun 2026 bukan sekadar pemberian penghargaan biasa. Di balik kemeriahan seremoni yang berlangsung di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, tersirat pesan kuat tentang semakin tajamnya persaingan antardaerah. Kini, setiap wilayah dituntut untuk berlomba menghadirkan terobosan dan pembangunan yang dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kegiatan ini menegaskan satu hal penting: seluruh daerah di Sulawesi sebenarnya memiliki performa yang positif dan berkualitas. Namun, karena persaingan yang sangat ketat, hanya sebagian yang berhasil keluar sebagai pemenang di setiap kategori yang diperlombakan.

Menko Polkam Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menekankan bahwa capaian yang diraih malam ini bukanlah garis akhir, melainkan titik tolak untuk melompat lebih tinggi lagi. “Persaingan nampaknya makin meningkat dan semakin ketat. Apa yang kita capai hari ini harus dijadikan titik awal untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di daerah masing-masing,” ujar Djamari di hadapan ratusan kepala daerah se-Sulawesi.

Ia juga memberikan semangat bagi daerah yang belum membawa pulang penghargaan. Menurutnya, selisih nilai antarpeserta sangat tipis, bahkan seringkali hanya terpaut angka desimal. Hal ini membuktikan bahwa rata-rata kinerja pemerintah daerah di wilayah Sulawesi berada pada level yang sangat baik. “Bedanya hanya nol koma sekian. Artinya, kita semua sebenarnya berada di jalur yang benar dan posisi kita sejajar dalam hal kinerja,” ungkapnya.

Keberhasilan ini, tambah Djamari, tak lepas dari sinergi kuat seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung laju pembangunan. Ia mengingatkan, kemajuan daerah tidak bisa dibangun sendiri oleh satu institusi, melainkan butuh kerja sama erat antara pemerintah dan masyarakat.

“Kita harus mengerjakannya bersama-sama. Ujung dari semua upaya ini hanya satu: bagaimana menyejahterakan masyarakat. Itu tujuan utama kita semua,” tegasnya.

Djamari juga menyampaikan salam dan apresiasi langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, yang berharap seluruh kepala daerah terus melanjutkan pembangunan dengan semangat kebersamaan dan optimisme tinggi.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menjelaskan bahwa penilaian tahun ini berfokus pada empat indikator utama yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat, yakni penanganan pengangguran, pengendalian inflasi, penanggulangan kemiskinan dan stunting, serta kemampuan daerah dalam berinovasi mencari pendapatan atau creative financing.

Sebagai bentuk penghargaan nyata, pemerintah pusat menyiapkan insentif fiskal senilai total Rp1 triliun bagi daerah-daerah berprestasi di seluruh Indonesia. Tito juga menyoroti perubahan pola penilaian yang kini dilakukan secara berbasis wilayah atau regional. Langkah ini diambil demi menciptakan persaingan yang lebih adil.

“Kalau ditandingkan secara nasional, biasanya yang menang adalah kota-kota besar atau daerah dengan APBD raksasa. Daerah kecil sulit bersaing. Karena itu kita buat per wilayah. Regional Sulawesi menjadi yang keempat setelah Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Selanjutnya akan menyusul Jawa-Bali serta Papua,” jelas Tito.

Ia menjamin seluruh hasil penilaian bersifat objektif dan transparan karena sepenuhnya menggunakan data kuantitatif resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

“Angka tidak bisa dibohongi,” tegasnya.

Selain sebagai ajang kompetisi, penghargaan ini juga diharapkan memulihkan citra kepala daerah. Di tengah maraknya berita kasus hukum yang menjerat sejumlah pejabat, Tito menegaskan bahwa masih banyak pemimpin daerah yang bekerja tulus dan berdedikasi tinggi.

“Tidak semua kepala daerah buruk. Masih banyak yang bekerja keras dan berbuat baik untuk rakyatnya,” ujar Tito.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menyambut bangga kepercayaan pemerintah pusat yang menunjuk Kendari sebagai tuan rumah ajang bergengsi ini. Ia berharap pertemuan ini tidak hanya melahirkan pemenang, tetapi juga mempererat hubungan antarpemda se-Sulawesi.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, kami ucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pemerintah daerah yang meraih penghargaan. Semoga keindahan alam dan keramahan masyarakat kami bisa dinikmati oleh seluruh peserta selama berada di bumi Anoa,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari dunia pers. CEO Kompas Gramedia menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan media sangat penting untuk menyebarluaskan kisah sukses dan praktik baik, agar menginspirasi daerah lain untuk ikut berinovasi.

“Media tidak sekadar menyampaikan berita, tapi juga menanamkan optimisme dan membangun kepercayaan publik terhadap pembangunan nasional,” katanya.

Berikut Daftar Lengkap Pemenang: Kolaka, Baubau, dan Sulawesi Barat Berjaya Dalam ajang ini, sejumlah daerah unggul dan keluar sebagai yang terbaik di masing-masing kategori:

Penurunan Angka Pengangguran – Tingkat Provinsi: Sulawesi Barat (Pertama)- Tingkat Kabupaten: Kolaka (1), Konawe Kepulauan (2), Kolaka Utara (3)- Tingkat Kota: Baubau (1), Kendari (2), Parepare (3)

Creative Financing / Kemampuan Keuangan Daerah – Tingkat Provinsi: Sulawesi Selatan (1), Sulawesi Tenggara (2)- Tingkat Kabupaten: Wajo (1), Kolaka (2), Mamasa (3)- Tingkat Kota: Makassar (1), Palu (2), Manado (3)

Pengendalian Inflasi – Tingkat Provinsi: Sulawesi Tengah (1), Gorontalo (2)- Tingkat Kabupaten: Sigi (1), Polewali Mandar (2), Takalar (3)- Tingkat Kota: Bitung (1), Palopo (2), Palu (3)

Penanggulangan Kemiskinan & Stunting – Tingkat Provinsi: Sulawesi Utara (Pertama)- Tingkat Kabupaten: Sidenreng Rappang (1), Bolaang Mongondow Timur (2), Gowa (3)- Tingkat Kota: Tomohon (1), Manado (2), Makassar (3)

Hasil ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan di Sulawesi berjalan dinamis, dengan berbagai daerah saling menyusul dan berinovasi demi kesejahteraan masyarakatnya.

Tinggalkan Balasan