KENDARINEWS,COM– Suasana panggung kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 semakin memanas. Salah satu figur utama yang telah memastikan diri turun berlaga adalah Dr. H. Herman, SH., LLM. Sosok yang kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor ini telah menyiapkan berbagai gagasan, strategi, dan komitmen kuat untuk membawa UHO melesat hingga ke kancah global.
Dr. Herman menegaskan bahwa kehadirannya dalam perebutan kursi pimpinan tertinggi kampus kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara ini murni didasari panggilan jiwa pengabdian. Menurutnya, UHO memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi sumber daya manusia, posisi strategis, kekuatan akademik, maupun peran vitalnya bagi pembangunan daerah dan nasional.
“Saya memenuhi panggilan pengabdian. UHO bukan sekadar tempat pendidikan, melainkan rumah besar intelektual masyarakat Sulawesi Tenggara. Saya terpanggil untuk ikut memastikan UHO ke depan semakin maju, tertata, inklusif, dan semakin berdampak nyata,” ujar Dr. Herman saat memaparkan alasan kuatnya maju sebagai calon rektor.
Lebih jauh, ia menyebut bahwa arah kebijakan Rencana Strategis (Renstra) UHO 2025–2029 yang menargetkan universitas ini menjadi perguruan tinggi kelas dunia yang inklusif, adaptif, dan berdampak dalam pengembangan wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan, membutuhkan kesinambungan kepemimpinan yang solid. Di sinilah ia merasa memiliki tanggung jawab untuk berikhtiar memimpin.
Terkait kesiapan memimpin, Dr. Herman mengaku dirinya bukan maju semata mengandalkan keinginan pribadi, melainkan dibekali pengalaman panjang, pemahaman kelembagaan, dan rekam jejak pengabdian. Sebagai Plt Rektor, ia mengaku memiliki akses langsung melihat potensi sekaligus tantangan riil yang dihadapi kampus berakreditasi Unggul tersebut.
“Memimpin UHO butuh kemampuan manajerial, pemahaman akademik, kemampuan komunikasi, integritas, dan menjaga stabilitas. Pengalaman saya di lingkungan akademik dan kepemimpinan memberi bekal memahami persoalan secara dekat. Saya yakin UHO butuh pemimpin yang mampu merangkul semua pihak, memperkuat tata kelola, dan memperluas jejaring agar kampus ini makin berdampak,” tegasnya.
Ia pun merinci tiga kekuatan utama yang ditawarkannya sebagai modal memimpin. Pertama, pemahaman mendalam terhadap dinamika UHO mulai dari akademik, tata kelola, SDM, mahasiswa, hingga hubungan dengan pemangku kepentingan. Kedua, kemampuan membangun komunikasi dan kolaborasi luas, mengingat UHO tidak bisa dipimpin secara sendiri-sendiri, melainkan butuh sinergi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, pemerintah, hingga industri. Ketiga, komitmen tak tergoyahkan pada integritas dan stabilitas institusi demi kemajuan bersama.
Menanggapi persaingan dengan kandidat lain, Dr. Herman menekankan sikap menghormati seluruh peserta yang dinilainya adalah putra-putri terbaik UHO dengan niat baik serupa. Ia enggan membandingkan diri secara negatif, namun memilih menawarkan pola kepemimpinan yang berangkat dari pengalaman nyata, terbuka, dan berorientasi pada mutu.
“Saya menawarkan kepemimpinan kolaboratif, bukan eksklusif. Semua fakultas, prodi, dosen, staf, mahasiswa, hingga alumni harus merasa menjadi bagian dari kemajuan UHO. Jika sivitas akademika menginginkan kepemimpinan yang stabil, merangkul, berintegritas, dan berorientasi mutu, maka saya siap mengemban amanah itu,” ungkapnya.
Dr. Herman juga memaparkan janji nyata yang tidak berlebihan namun terukur dan berdasar aturan. Ia berkomitmen bekerja sungguh-sungguh, adil, dan menempatkan kepentingan universitas di atas segalanya. Jika terpilih, fokus utamanya adalah memperkuat mutu akademik, meningkatkan kualitas layanan kampus, memperjuangkan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, memperluas akses beasiswa dan pengembangan diri mahasiswa, serta membangun tata kelola transparan berbasis sistem digital.
“Bagi saya, UHO adalah rumah besar ilmu pengetahuan dan pengabdian. Jika diberi amanah, saya akan bekerja keras mewujudkan tata kelola bersih, riset dan inovasi unggulan, serta memastikan kontribusi nyata UHO bagi Sulawesi Tenggara dan Indonesia Emas 2045,” pungkas Dr. Herman, menegaskan langkahnya yang mantap menuju kursi rektorat UHO.










































