Syekh Palestina Serukan Boikot Produk Israel

KENDARINEWS.COM—Keprihatinan terhadap kondisi rakyat Palestina terus mengundang simpati dunia.

Di sisi lain ada juga negara-negara muslim di dunia seolah menutup mata tanpa memberikan bantuan militer.

Bantuan logistik, makanan, obat-obatan, pakaian, dianggap penting namun upaya menghentikan penjahahan Israel jauh lebih penting. 

Pernyataan itu, disampaikan Syekh Barjas Daoud Salih Elawar saat menyambangi Kendari Pos Chanel, Kamis (21/3) didampingi penerjemah Muhammad Eriksen Ziyad. 

Syekh Barjas Daoud Salih Elawar menceritakan perjalanan selama berada di Indonesia, termasuk di pulau-pulau yang ada di Sulawesi Tenggara. Dia mengaku bersyukur bisa berada di Indonesia sebagai negara yang merdeka, negara dengan pependuduk muslim terbesar di dunia. 

“Saya juga berterima kasih kepada Direktur Kendari Pos yang telah memberikan kesempatan untuk berbicara tentang perjalanan saya selama di Indonesia,” kata Syekh Barjas Daoud Salih Elawar saat menjadi narasumber di Kendari Pos Chanel yang dipandu Wakil Direktur Awal Nurjadin. 

Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, adalah kota ke 9 disambangi Syekh Barjas Daoud Salih Elawar selama safari dakwah di Indonesia. Sebelumnya ia telah mengunjungi Kota Aceh, Jawa, Kalimantan, Makassar, dan Sulawesi Tenggara. 

“Di Sultra saya sudah mengunjungi, Muna, Wakatobi, Buton. Saat saya memasuki masji-masjid disambut dengan sangat luar biasa, ramah dan penuh gembiraan,” ujarnya.

Syekh Barjas Daoud Salih Elawar menjelaskan, kondisi warga Palestina saat ini begitu memilukan. Saat terakhir kali bertemu dengan para pengungsi Palestina, mereka begitu sedih atas cobaan yang sedang dihadapi. Apa yang dialami warga Palestina dan Masji Adl Aqsha seyogianya tanggungjawab bersama. Karena itu memperkuat bantuan dan kerjasama seluruh kaum muslimin sangat penting dan mendesak. 

“Alhamndulillah di Indonesia, donasi ataupun bantuan tidak pernah terhenti. Kami juga di bantu KNRP dalam mengumpulkan donasi untuk wsrga Palestina,” jelasnya.

Salah satu pemandangan yang membuat terharu Syekh Barjas Daoud Salih Elawar ketika ia mengunjungi sebuah sekolah di Palestina, melihat anak-anak menyanyikan nasyid yang menggambarkan terkait masa mereka sebagai anak-anak yang terampas atau tidak seperti dunia anak-anak pada umumnya karena kondisi dalam keadaan perang. 

“Saya menangis saat anak-anak Palestina menyanyi dan saya menghampiri salah satu dari mereka. Kemudian saya memeluknya dan meminta nomor handphonennya,” kisahnya.

Para mujahid dan warga Palestina saat ini sangat membutuhkan bantuan maupun donasi kaum muslimin di dunia termasuk di Indonesia. Karena dalam upaya melawan penjahah zionis Israel sangat menbutuhkan amunisi yang besar agar segala daya dan upaya ekspansi kolonial bisa dilawan maksimal. 

“Saya yakin misalnya Allah meridhai, jika penduduk muslim di Indonesia pergi melawan penjajah Israel, cukup dengan sepakan kaki karena begitu banyaknya warga muslim Indonesia. Hanya saja peraturan dunia tidak mengizinkan hal itu,” imbuhnya.

Jihad yang bisa dilakukan warga muslim di Indonesia melawan zionis Israel yakni bantuan, donasi, dan juga bisa melalui upaya boikot produk-produk perusahaan yang terfiliasi dengan Israel. Karena Israel tidak berdiri sendiri. Dibelakangya ada Amerika Serikat.

“Jika bukan karena dukungan Amerika Serikat, Israel sudah luluh lantau atau kalah sejak serangan 7 Oktober 2023 lalu,” bebernya. 

Selama berkunjung ke Buton, BauBau, Muna, maupun Wakatobi, ia begitu terkesan dengan pemandangan sepanjang perjalanan baik jalur darat maupun laut. Dia menilai Indonesia adalah surga.

“Saya menciptakan nasyid Indonesia Surga karena terisnpriasi dari pemandangan laut maupun darat selama perjalanan di Indonesia,” urainya. 

Syekh Barjas juga mengaku terkesan ketika menyaksikan pemandangan yang luar biasa pula, ketika masyarakat Indonesia menyambut dengan teriakan ‘Syekh dari Palestina’.

“Saya melihat Indonesia bukan saja alamnya yang indah, namun masyarakatnya begitu ramah, baik dan dermawan,” pungkasnya. (Kn). 

Tinggalkan Balasan