IDI Kota Kendari Gelar HBDI ke-118, Libatkan Dosen FKIK UM Kendari dan Tim Klinik PKU Muhammadiyah

KENDARINEWS. COM-— Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Kendari menggelar kegiatan Hari Bakti Dokter Indonesia atau HBDI ke-118 pada Minggu, 24 Mei 2026, bertempat di Mall The Park Kendari. Kegiatan ini mengusung tema “IDI Berkemajuan, Bangsa Sehat dan Sejahtera”.

Pelaksanaan HBDI ke-118 ini menjadi momentum bagi IDI Kota Kendari untuk menghadirkan pelayanan kesehatan sekaligus edukasi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menekankan pentingnya peningkatan literasi kesehatan, pencegahan penyakit, deteksi dini, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Dalam pelaksanaannya, IDI Kota Kendari melibatkan berbagai unsur kesehatan, termasuk dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari serta Tim Klinik Utama PKU Muhammadiyah Kendari. Keterlibatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara organisasi profesi, institusi pendidikan, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari, dr. Erik Sam, M.Biomed., turut berpartisipasi sebagai instruktur dalam materi praktik Bantuan Hidup Dasar atau BHD yang diajarkan kepada masyarakat awam. Edukasi praktik ini bertujuan memberikan pemahaman dasar mengenai langkah awal yang dapat dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat, khususnya pada situasi henti napas atau henti jantung, sebelum bantuan medis lanjutan tiba.

Melalui praktik BHD tersebut, masyarakat diperkenalkan pada keterampilan dasar yang penting dalam pertolongan pertama. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat agar lebih tanggap, tepat, dan percaya diri dalam memberikan bantuan awal pada kondisi kegawatdaruratan.

Selain itu, Tim Klinik Utama PKU Muhammadiyah Kendari juga turut mendukung pelaksanaan kegiatan. Tim tersebut terdiri atas dr. Wa Ode Syakinah, Sp.N, Ns. Citrawati, dan Ns. Sri Wahyuni. Dalam kegiatan ini, dr. Wa Ode Syakinah, Sp.N berperan dalam pelayanan edukasi mini poli spesialistik, khususnya di bidang Neurologi atau Ilmu Penyakit Saraf. Edukasi tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh informasi awal terkait kesehatan saraf, keluhan neurologis, serta pentingnya pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Sementara itu, Ns. Citra dan Ns. Wahyuni turut membantu kelancaran pelayanan kesehatan dan edukasi masyarakat selama kegiatan berlangsung. Kehadiran tim tenaga kesehatan tersebut mendukung pelaksanaan layanan yang lebih terarah dan informatif bagi pengunjung.

Rangkaian kegiatan HBDI ke-118 yang digelar IDI Kota Kendari meliputi medical check up, pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, tekanan darah, denyut jantung, saturasi oksigen, serta indeks massa tubuh atau BMI. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan mini poliklinik, donor darah, dan talk show kesehatan dengan materi pencegahan kanker serviks serta Bantuan Hidup Dasar.

Kegiatan HBDI ke-118 dipimpin oleh dr. Khania Amanda Werikati selaku Ketua Panitia. Pelaksanaan kegiatan turut didukung oleh jajaran IDI, termasuk dr. Andi Edi Surahmat selaku Ketua IDI Cabang Kota Kendari sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, serta dr. Laode Rabiul Awal, Sp.B., KBD selaku Ketua IDI Wilayah Sulawesi Tenggara.

Melalui kegiatan ini, IDI Kota Kendari menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kolaborasi dengan dosen FKIK Universitas Muhammadiyah Kendari dan Tim Klinik Utama PKU Muhammadiyah Kendari juga memperkuat peran kampus dan fasilitas kesehatan dalam mendukung edukasi, pelayanan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Pelaksanaan HBDI ke-118 diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan, aktif melakukan pencegahan penyakit, serta memiliki pengetahuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang sinergi antara IDI Kota Kendari, institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam membangun budaya hidup sehat.

Tinggalkan Balasan