Peringati Hari Lingkungan Hidup, PT Vale Gelar EnviRun 2026: Gerakan Bersama Lawan Perubahan Iklim di Morowali

KENDARINEWS. COM-– Menyambut peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari holding BUMN pertambangan MIND ID, kembali menggelar acara tahunan unggulan Environment Run (EnviRun) di Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Minggu (7/6/2026). Mengusung semangat kolaborasi, kegiatan ini diikuti ribuan peserta dari berbagai elemen, mulai masyarakat umum, pemerintah daerah, pekerja, mitra usaha, pemuda, hingga tokoh masyarakat, sebagai bukti nyata kepedulian bersama menjaga bumi dan merespons tantangan perubahan iklim yang kian nyata.

Kegiatan tahun ini mengangkat tema “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future”, yang selaras dengan kampanye global #NowForClimate serta tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Penyelenggaraan ini menjadi penegasan bahwa keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab masa depan, melainkan tindakan nyata yang harus diputuskan dan dilakukan mulai hari ini.

EnviRun 2026 dirancang bukan sekadar ajang olahraga, melainkan ruang gerakan kolektif yang memadukan gaya hidup sehat dengan aksi pelestarian lingkungan. Rangkaian acara mencakup lari santai (fun run), jalan sehat (fun walk), hingga aksi bersih‑bersih lingkungan di sepanjang rute kegiatan. Hasilnya, tercatat sebanyak 243,6 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dan dikelola dengan benar. Selain itu, digelar pula diskusi publik bertajuk Environment Talkshow yang menyoroti isu pengelolaan sampah sebagai salah satu kunci utama dalam mitigasi dampak perubahan iklim, diikuti sesi senam zumba bersama yang mempererat kebersamaan antarpeserta.

Kepala Operasional Tambang Bahodopi PT Vale, Wafir, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan perwujudan komitmen perusahaan menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai fondasi utama seluruh proses bisnis dan operasional. Sebagai perusahaan pertambangan yang bertanggung jawab, PT Vale memegang teguh prinsip bahwa pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat harus berjalan beriringan dan seimbang.

“Bagi kami, kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar kewajiban aturan, melainkan nilai dasar yang mengarahkan setiap keputusan kami. Praktik pertambangan yang baik atau Good Mining Practice adalah pedoman kami, mulai dari tahap perencanaan hingga pascaoperasi. Keberhasilan kami tidak hanya diukur dari hasil produksi, tetapi dari manfaat jangka panjang bagi alam dan masyarakat sekitar,” ujar Wafir.

Komitmen tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai program konkret, antara lain peningkatan efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon, pengelolaan air dan limbah melalui sistem kolam pengendapan terpadu, reklamasi lahan pascatambang yang berkelanjutan, serta perlindungan keanekaragaman hayati melalui pengembangan pusat pembibitan tanaman lokal dan kegiatan konservasi alam lainnya.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Morowali, Afridin, yang hadir mewakili Bupati Morowali, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang konsisten dilakukan PT Vale. Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya terlihat dari pencapaian ekonomi, tetapi dari dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat dan lingkungan hidup.

“Hubungan kemitraan antara Pemkab Morowali dan PT Vale telah berjalan baik dan saling menguatkan. Tantangan lingkungan dan iklim yang kita hadapi saat ini menuntut kerja sama erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui momen ini, kita ingat kembali bahwa setiap pihak memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan, mendorong inovasi hijau, dan mengurangi emisi demi masa depan generasi penerus,” ungkap Afridin.

Menutup rangkaian kegiatan, PT Vale menegaskan pesan kunci gerakan ini: “Sustainability Starts With Me, Starts With Us”. Perubahan besar tidak selalu dimulai dari langkah raksasa, melainkan berawal dari kepedulian, kebiasaan baik, dan tindakan sederhana yang dilakukan bersama‑sama secara konsisten.

Melalui EnviRun 2026, PT Vale berharap semangat menjaga lingkungan terus tumbuh menjadi budaya kolektif di Morowali — dari mengurangi sampah, memilah limbah, hingga menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Karena pada akhirnya, masa depan bumi yang lebih hijau tidak ditentukan oleh besarnya janji, melainkan oleh keberanian bertindak hari ini demi kesejahteraan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan