Herman Pimpin persatuan Wartawan Indonesia Konsel

KENDARINEWS.COM– Herman mantan wartawan Kendari Pos didaulat jadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) konawe Selatan. Pengukuhan dilakukan Ketua PWI Sultra, Sarjono, di Aula Hotel Wonua Monapa Konsel, Senin (18/9) kemarin. Bupati Konsel, Surunuddin Dangga hadir dalam pengukuhan tersebut.

Bupati Konsel, Surunuddin Dangga mengatakan kehadiran PWI Konsel dapat menjadi mitra strategis bagi Pemkab dalam mendorong kemajuan daerah

“PWI adalah mitra strategis Pemkab Konsel. Saya sangat bangga dengan adik-adik wartawan selama ini sudah mendorong kemajuan pembangunan daerah. Tentunya dengan adanya wadah ini bisa lebih meningkatkan kerja sama dalam memberikan informasi positif baik pemerintah daerah mau masyarakat Sultra,” ujarnya saat menyampaikan kata sambutan.

Mantan Ketua DPRD Konsel 2 periode itu meyakini dengan tagline Profesional, Cerdas dan Berintegritas, insan pers dapat memberikan spirit baru dalam mengawal dan mendukung pembangunan daerah Konsel.

“Saya yakin semuanya cerdas dan bisa membedah informasi lebih menarik. Sehingga saya sangat senang kalau program pembangunan yang saya lakukan selama ini dibedah oleh rekan-rekan wartawan,” kata Bupati Surunuddin.

Bupati Konsel 2 periode itu berharap PWI Konsel dan Pemkab melalui Dinas Kominfo dapat bersinergi mewujudkan pembangunan daerah Konsel menjadi lebih hebat. “Pembangunan Konsel bisa sukses kalau kebersamaan selalu tercipta. Karena tujuan pembangunan daerah itu adalah kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Konsel, Irham Kalenggo mengungkapkan, kehadiran PWI Konsel ini dapat bersinergi dan ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Yang dilantik ini, kita sudah bersama sekitar 20 tahun lamanya.

Diharapkan bisa menambah semangat dalam bertugas, dan menjadi mitra strategis Pemkab Konsel,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua PWI Provinsi Sultra, Sarjono mengatakan, 77 tahun lalu PWI terbentuk pertama di Kota Solo, dan di tahun 2023 bisa terbentuk di Konsel.

Pengukuhan ini bukan hanya tuntutan organisasi, tetapi ke depan PWI sudah menjadi kebutuhan rakyat. Kehadiran organisasi ini bukan sebagai wadah akrobatik, tetapi menjadi wadah organisasi profesi untuk mengontrol kerja kode etik kewartawanan.(kam/kn)

Tinggalkan Balasan