Uji Ketangguhan! Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0 Jelajahi Ribuan Kilometer Jalan Sulawesi

KENDARINEWS.COM– PT Toyota-Astra Motor (TAM) kembali membuktikan keunggulan teknologi elektrifikasi karyanya. Melalui ekspedisi bertajuk “Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0: Jelajah Sulawesi”, Toyota mengajak masyarakat menyaksikan langsung kemampuan unggul MPV Hybrid 7‑seater andalan ini menaklukkan beragam karakteristik medan di seluruh Pulau Sulawesi. Perjalanan panjang ini dimulai dari Kendari, Sulawesi Tenggara, dan akan menempuh rute sepanjang ribuan kilometer melintasi 5 provinsi hingga finis di Manado, Sulawesi Utara.

Ekspedisi ini menjadi kelanjutan sukses perjalanan serupa yang digelar akhir tahun lalu. Kali ini, satu unit Veloz Hybrid EV Q TSS Modellista akan dikendarai secara estafet oleh awak media nasional dan lokal melalui 7 tahapan perjalanan utama. Sulawesi sengaja dipilih sebagai lokasi pengujian karena wilayah ini memiliki variasi medan paling lengkap, mulai dari jalan pesisir, jalur pegunungan berkelok, hingga jalur lintas antar kota yang menantang, yang dianggap mampu merepresentasikan kondisi jalanan di Indonesia.

Vice President Director PT Toyota‑Astra Motor, Jap Ernando Demily, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Toyota lewat semangat “Ada untuk Indonesia”. Menurutnya, tujuan utama perjalanan ini adalah menegaskan tiga pilar utama produk Toyota, yaitu Kualitas, Daya Tahan, dan Keandalan atau Quality, Durability, Reliability (QDR).

“Kami ingin membuktikan secara langsung bahwa teknologi Hybrid EV generasi terbaru pada Veloz mampu beradaptasi dan bekerja optimal di segala kondisi jalan dan cuaca. Ini penting untuk meyakinkan masyarakat bahwa kendaraan elektrifikasi Toyota bukan hanya nyaman dan irit, tetapi juga tangguh digunakan di seluruh wilayah nusantara,” ujar Jap Ernando.

Veloz Hybrid EV sendiri pertama kali diperkenalkan secara umum enam bulan lalu di ajang GJAW 2025 dan langsung mendapat sambutan luar biasa. Sebagai produk hasil kreasi anak bangsa, kendaraan ini menawarkan kenyamanan berkendara yang halus, bertenaga, namun sangat efisien dalam konsumsi bahan bakar. Rentang harganya pun sangat kompetitif, mulai dari Rp 313 juta hingga Rp 399 juta (OTR Sulselbar dan Sultra), dengan total pemesanan telah menembus angka lebih dari 12.000 unit hanya dalam waktu enam bulan hingga akhir Mei 2026.

Antusiasme positif juga terasa sangat tinggi di wilayah kerja Kalla Toyota yang mencakup Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat. Marketing General Manager Kalla Toyota, Suliadin, melaporkan hingga saat ini pemesanan Veloz Hybrid EV di wilayahnya telah mencapai 900 unit. Ia berharap ekspedisi yang dimulai dari Kendari ini semakin menambah kepercayaan masyarakat untuk memilih kendaraan ramah lingkungan buatan Toyota.

“Momen ini sangat istimewa karena digelar di wilayah binaan kami. Perjalanan ini akan menjadi bukti nyata bagi masyarakat Sulawesi, bahwa teknologi hybrid Toyota sangat andal dan siap mendukung aktivitas keluarga maupun usaha tanpa batasan medan,” ungkap Suliadin.

Rute perjalanan ekspedisi dirancang menyusuri sisi terluar pulau dengan pemandangan memukau, melintasi kota‑kota strategis seperti Morowali, Palopo, Makassar, Tana Toraja, Palu, Luwuk, Tolitoli, hingga Gorontalo sebelum berakhir di Manado. Di setiap titik pemberhentian, tim tidak hanya menguji performa kendaraan, tetapi juga mengeksplorasi potensi wisata alam dan kuliner setempat, sekaligus menunjukkan bagaimana keberadaan jaringan layanan Toyota turut menggerakkan roda ekonomi lokal.

Marketing Director PT Toyota‑Astra Motor, Bansar Maduma, menambahkan bahwa ekspedisi ini juga menjawab keraguan publik mengenai kemudahan penggunaan kendaraan hybrid. Berbeda dengan kendaraan listrik murni, Veloz Hybrid EV tidak memerlukan pengisian daya dari sumber eksternal, sehingga pengguna dapat berkelana sejauh apapun tanpa mengubah kebiasaan berkendara sehari‑hari.

“Melalui pandangan objektif rekan‑rekan media yang ikut mengemudikan kendaraan ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa ekosistem kendaraan hybrid Toyota sudah sangat matang. Teknologi ini siap melayani mobilitas masyarakat dari kota besar hingga ke pelosok desa, memberikan solusi mobilitas yang cerdas, efisien, dan andal,” tutup Bansar.

Tinggalkan Balasan