oleh

80 Tahun Jusuf Kalla : Kiprah Putra Sulawesi Di Pentas Nasional dan Internasional

KENDARINEWS.COM — Jusuf Kalla yang akrab disapa Pak JK menggelar syukuran hari ulang tahunnya ke-80 di The Opus Grand Ballroom, The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Rabu 25 Mei 2022.

JK lahir di Watampone, 15 Mei 1942 merupakan anak kedua dari 17 bersaudara.

Tak ada masalah yang tak bisa dia pecahkan. Selalu saja ada jalan untuk mengatasi pelbagai masalah; mulai politik, bisnis, sosial hingga pemerintahan. Tak salah jika JK sering dijuluki, “manusia beribu akal”.

Kecerdasan JK dalam mengatasi pelbagai masalah, tidak hanya saat ini.

Dari dahulu semenjak dia diserahi jabatan memimpin usaha keluarga berbendera NV Haji Kalla, JK telah mampu membawa usaha keluarga ini tumbuh pesat pada 1968.

Saat JK menjadi CEO NV Hadji Kalla,dari semula hanya bisnis ekspor-impor meluas ke bidang perhotelan, konstruksi penjualan kendaraan, kelapa sawit, perkapalan, real estate, transportasi, peternakan udang, dan telekomunikasi.
Sukses berbisnis, JK pun sangat aktif di organisasi kepemudaan hingga profesi, bahkan di sinilah awal kariernya berpolitik setelah sukses di bisnis.

Semasa muda, JK banyak menghabiskan waktu berorganisasi kepemudaan. Pengalaman dengan organisasi, berhasil mengantarkanJK menjadi orang kedua di Indonesia pada tahun 2004-2009.

Kantor Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Sulsel menjadi sejarah yang tak terlupakan. Saat JK (1985) menjabat Ketua Umum Kadin Sulsel, memotori pelaksanaan pertemuan Saudagar Bugis yang menampilkan Gubernur Irian Jaya, Barnabas Seibu.

Mengapa harus dipilih Barnabas, karena waktu itu gubernur yang satu inilah paling berani berbicara lantang mengenai ketimpangan pembangunan KTI (Kawasan Timur Indonesia) dan KTB (Kawasan Barat Indonesia).

Dari sini akhirnya pemerintah pusat memberikan perhatian khusus bagi KTI, sudah tentu berdampak positif bagi Sulsel sebagai gate way kawasan ini.

Mulai pembangunan Bandara udara, pelabuhan, jalan tol hingga kawasan industri (PT Kima) yang berkembang sangat pesat.

Keberhasilan membuat pertemuan Saudagar Bugis hingga dikenal di pentas nasional, membuat sosok JK mulai diperhitungkan di pentas nasional, sebagai pengusaha otomotif yang sukses juga memiliki posisi penting di profesi organisasi dunia usaha, Kadin.

Waktu itu pula posisi Kadin sangat penting; setiap kebijakan pemerintah bidang ekonomi senantiasa minta pertimbangan organisasi ini.

Dari sini pula cikal bakal JK mulaidekat dengan kalangan istana.

Pada zaman Presiden Soeharto, dia diberi posisi sebagai menteri. Setelah Soeharto lengser, lagi-lagi saat tahun 2000 Presiden Gusdur mengangkatnya sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan.

Tak hanya unggul di bidang profesi, tapi juga JK unggul di bidang diplomasi. Saat pemerintahan Presiden Megawati, JK kembali terpilih sebagai Menko Kesra.

Dari sinilah JK berhasil menyelesaikan pelbagai persoalan sosial seperti pertikaian di Aceh yang berlarut-larut.

Hasilnya, kini di bumi rencong tersebut, masyarakat sudah bisa hidup damai.

Begitu pula menyelesaikan konflik di Maluku, saat ini masyarakat di daerah tersebut sudah saling merangkul membangun daerahnya tanpa melihat perbedaan suku, ras, dan agama. Tidaklah heran bila JK mendapat gelar Bapak Perdamaian. Bersambung … (fajar/kn)

Komentar

Tinggalkan Balasan