Presiden Prabowo Minta Pemda Atensi Peringatan BMKG, Antisipasi Bencana di Masa Nataru

KENDARINEWS.COM–Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran kepala daerah untuk serius mencermati dan menindaklanjuti peringatan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Perhatian tersebut diperlukan terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Instruksi itu disampaikan Presiden dalam rapat persiapan Nataru bersama sejumlah menteri yang digelar di sela-sela kunjungannya di posko pengungsian Langkat, Sumatera Utara. Menurut laporan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, Presiden menaruh perhatian besar pada kesiapan menghadapi potensi cuaca ekstrem di daerah.

“Presiden minta supaya Pemda terus siaga. Salah satunya, memperhatikan peringatan dini dari BMKG, untuk beberapa daerah yang mungkin di Natal dan Tahun Baru ini akan mengalami peningkatan curah hujan,” ujar Prasetyo Hadi dalam keterangannya.

Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan dan stabilitas bahan pokok, bahan makanan, serta bahan bakar di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat. Dia juga memeriksa kesiapan fasilitas umum dan telekomunikasi untuk memperlancar mobilisasi selama periode Nataru.

Menjelang libur Nataru, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengingatkan masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk meningkatkan kewaspadaan. Analisis cuaca terbaru menunjukkan potensi peningkatan curah hujan di wilayah Sultra akibat penguatan dinamika atmosfer, seperti massa udara basah pada lapisan rendah dan indeks labilitas atmosfer yang sedang hingga kuat.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, menjelaskan bahwa gelombang ekuatorial mulai menunjukkan aktivitas yang signifikan, yang dapat menambah massa uap air di atmosfer dan meningkatkan potensi pembentukan awan hujan. Hasil pemantauan radar cuaca dan citra satelit menunjukkan peningkatan curah hujan di sejumlah daerah pada siang hingga sore hari, yang bersifat lokal dengan durasi relatif singkat.

Awal musim hujan di Sultra umumnya jatuh pada November 2025 dengan kategori normal, dan puncaknya diprakirakan pada April hingga Mei 2026. Memasuki periode libur Nataru, BMKG memprediksi kondisi cuaca di Sultra berada pada fase musim hujan, dengan angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dan tinggi gelombang laut rendah (0,2–1,25 meter). BMKG meminta masyarakat tetap tenang namun tetap waspada dan melakukan langkah antisipatif.

Selain Sultra, pada Rabu (17/12/2025) BMKG juga menerbitkan peringatan dini cuaca untuk beberapa wilayah lainnya, seperti Kepulauan Riau, Jawa Barat, Bangka Belitung, Papua Barat, Riau, Papua, Sulawesi Utara, Maluku, Aceh, dan Lampung, yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

Tinggalkan Balasan