KENDARINEWS.COM-1. Dalam balutan pesona khas Maluku Utara, Gubernur Sherly Tjoanda Laos sukses mencuri perhatian warga Sulawesi Selatan saat menghadiri perayaan Hari Jadi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) ke-49 di Claro Hotel Makassar, Sabtu (15/11/2025), kehadirannya menjadi sorotan utama di tengah kemeriahan acara.
Kehadirannya bukan hanya disambut hangat, tetapi juga memunculkan sebuah tulisan yang beredar luas di aplikasi WhatsApp (WA) mengenai dugaan adanya garis keturunan Sherly yang disebut-sebut berasal dari Makassar, tepatnya Takalar, melalui jalur sang ibu.
Dalam tulisan tersebut, Sherly disebut menyampaikan bahwa orang tuanya merupakan ‘China Takalar’, saat dirinya berada di acara HUT KKSS.
Disebutkan pula bahwa orang tuanya pernah tinggal di depan SMP Negeri 1 Pattallassang.
Tulisan itu juga menyebut salah satu nama, yakni Baba’ Tuma alias Baba Hong, yang dikisahkan masuk Islam sebelum kemudian menikah dengan perempuan asli Takalar bernama Daeng Baji.
Baba Hong bahkan disebut sebagai penjual emas pertama di Kabupaten Takalar.
Masih dalam versi tulisan yang beredar, Sherly dikatakan memiliki hubungan kekerabatan dengan sejumlah tokoh di Takalar, seperti Suciati Daeng Senga, ibu dari Kepala Dinas Peternakan Takalar, Jamaluddin Hasan Dg. Sese, serta Suriati Dg. Sanga, istri mantan Lurah Muhammad Nur Daeng Nuru.
Namun, catatan informasi resmi menunjukkan hal berbeda. Berdasarkan data yang beredar secara daring, ayah Sherly tercatat bernama Paulus Tjoanda, sementara ibunya bernama Maria Margaretha Liem.
Keduanya diketahui berdomisili di Ambon, Maluku. Hingga kini tidak ditemukan keterangan valid bahwa Paulus Tjoanda pernah bermukim di Takalar
Sherly lahir pada 8 Agustus 1982, dan menikah dengan almarhum Benny Laos pada 28 Mei 2005. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai tiga anak: Edbert, Edelyn, dan Edrick.
Dalam pelantikan serentak kepala daerah se-Indonesia, 20 Februari 2025, Sherly terpilih mewakili seluruh kepala daerah beragama Protestan.
Riwayat pendidikannya dimulai di SMA Kristen Petra 2 Manyar Surabaya sebelum pindah dan menyelesaikan pendidikan di SMA Katolik Swastiastu Denpasar.
Ia kemudian menempuh kuliah di Universitas Kristen Petra Surabaya, jurusan International Business Management, dan melanjutkan program double degree di Inholland University, Belanda, hingga lulus pada 2004.
Di luar pemerintahan, Sherly aktif di sejumlah organisasi. Ia menjabat sebagai Ketua Yayasan Bela Peduli, yang fokus membantu anak yatim dan keluarga kurang mampu, serta memimpin DPD HKTI Provinsi Maluku Utara.
Pada Pemilihan Gubernur Maluku Utara 2024, Sherly maju menggantikan suaminya, Benny Laos, yang meninggal dalam kecelakaan perahu cepat pada 12 Oktober 2024.
Berlayar menuju kursi Maluku Utara-1, Sherly Tjoanda Laos menggandeng Sarbin Sehe sebagai pendampingnya, sebuah kombinasi yang didukung penuh oleh delapan partai politik besar yang siap mengantarkan mereka mengemban amanah membangun Malut lebih sejahtera.









































