oleh

Do’a Nabi Muhammad Saw Untuk Melawan Jin Ifrit Saat Isra’ Mi’raj

KENDARINEWS.COM — Isra’ Mi’raj adalah moment spiritual besar yang dialami Nabi Muhammad Saw. Salah satu moment dari sekian banyak peristiwa yang dialami adalah ketika Raja Jin Ifrit berusaha mengejar Nabi Saw yang tengah dalam perjalanan mi’raj ke Sidratul Muntaha. Jin Ifrit ingin menggagalkan perjalanan Nabi Saw tersebut.

Dalam situasi penting dan genting, Malaikat Jibril mengajarkan satu do’a kepada Nabi Muhammad Saw untuk melawan Raja Jin Ifrit, yaitu :

اَعُوْذُ بِوَجْهِ اللّهِ الْكَرِيْمِ وَبِكَلِمَاتِ اللّهِ التَّمَّاتِ الَّتِيْ لاّ يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلاَ فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَآءِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيْهَا وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَاَ فِى الأَرْضِ وَمِـنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمِنْ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ طَوَارِقِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ إِلاَّ طَارِقًـــــا

يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَّا رَحْمنُ

A‘udzu bi wajhillahil karimi wa bi kalimatillahit tammatillati la yujawizuhunna barrun wa la fajirun min syarri ma yanzzilu minassama’i, wa min syarri ma ya‘ruju fiha, wa min syarri ma dzara’a fil ardhi, wa min syarri ma yakhruju minha, wa min fitanillaili wannahari, wa min thawariqillaili wannahari, illa thariqan yathruqu bi khairin, ya rahman.

Artinya: Aku berlindung dengan wajah Allah Yang Maha Mulia dan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna yang tidak ada orang yang baik dan tidak pula orang yang durhaka dapat melampauinya, dari kejahatan apa saja yang turun dari langit dan dari kejahatan apa saja yang naik ke langit; dari kejahatan apa saja yang masuk ke dalam bumi dan dari kejahatan apa saja yang keluar dari bumi; dari fitnah-fitnah di waktu malam hari dan di waktu siang hari; dari bencana-bencana dari malam hari dan siang hari, kecuali bencana yang datang dengan kebaikan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang.

Dan dengan do’a ini, Jin Ifrit jatuh tersungkur.

Isra’ Mi’raj adalah perjalanan yang dibagi dalam 2 tahap yaitu, (1) Perjalanan Nabi Muhammad Saw dari Masjidil Haram Makkah menuju Masjid Aqsha Yerussalem. Kemudian setelah itu, (2) Perjalanan menuju langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha. Semua terjadi dalam satu malam atas kehendak Allah Swt.

Misi utama dalam peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw adalah perintah Shalat Wajib dari 50 menjadi 5 waktu bagi umat Islam. (sbr/)

Komentar

Tinggalkan Balasan