KENDARINEWS. COM— Rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) Tahun 2026 di Desa Waworaha resmi berakhir pada Selasa (11/8/2026). Selama sebulan penuh, sejak 11 Juli hingga 11 Agustus 2026, puluhan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu bersinergi menghadirkan solusi nyata bagi warga, puncaknya berupa pelatihan pembuatan sistem penjernihan air sederhana guna mengatasi persoalan air keruh yang kerap melanda desa tersebut saat musim hujan.
Pengabdian yang melibatkan gabungan mahasiswa Jurusan Fisika, Biologi, Kimia, Kedokteran, hingga Ilmu Lingkungan ini dirancang secara lintas bidang agar permasalahan masyarakat dapat dikaji dan diselesaikan secara menyeluruh.
Program ini dikomandoi langsung Wakil Rektor II UHO, Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si., didampingi tim dosen pendamping: Dr. Eng. Al Jalali Muhammad, S.Pd., M.Sc., Adrian Rahmat Nur, S.Pd., M.Sc., Sosiawati Teke, S.Si., M.Si., Ph.D., dan Yusnita Sari, S.Si., M.Si.
Dalam sambutan penutupan di Balai Desa Waworaha, Prof. Ida Usman menegaskan bahwa KKN Tematik merupakan perwujudan nyata dari pilar Pengabdian kepada Masyarakat.
“Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi warga. Kami berharap mahasiswa mampu menganalisis masalah secara mendalam dan merumuskan jalan keluar yang nyata, melalui kerja sama yang erat antara mahasiswa, dosen, dan warga desa—bukan sepihak saja,” ujarnya.
Selama menetap di desa, mahasiswa aktif terlibat dalam kehidupan warga: membantu pemeriksaan kesehatan di Posyandu, mengajar dan menyampaikan sosialisasi di sekolah-sekolah setempat, serta turut serta dalam berbagai kegiatan kerja bakti dan kemasyarakatan.
Puncak program pengabdian berupa pelatihan pembuatan sistem penjernihan air dengan teknik filtrasi bertingkat. Solusi ini dirancang khusus mengingat sumber air warga yang berasal dari daerah pegunungan, sehingga kerap menjadi keruh dan kotor saat turun hujan deras. Warga diajarkan merakit sistem penyaring mandiri menggunakan bahan yang mudah didapat dan murah, seperti pasir kali, pasir pantai, ijuk, dan batu kali.
Antusiasme warga terlihat jelas saat sesi tanya jawab mengenai kandungan logam dan zat kapur dalam air, yang dijelaskan mahasiswa dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Kepala Desa Waworaha, Sadimin, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi dan warisan pengetahuan yang diberikan.
“Pelatihan penjernihan air ini sangat bermanfaat, terutama saat air menjadi keruh pasca hujan atau banjir. Ke depannya, kami berharap teknologi ini dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan kandungan bakteri agar kualitas air makin terjamin,” ungkapnya seraya memuji kinerja dan keramahan seluruh tim mahasiswa selama berada di desanya.
Kini, setelah satu bulan penuh berkarya dan menyatu dengan kehidupan warga, KKN Tematik UHO di Desa Waworaha resmi berakhir—meninggalkan bukan sekadar kenangan kebersamaan, melainkan bekal pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat desa.










































