KENDARINEWS. COM–Mahasiswa dan dosen Universitas Halu Oleo (UHO) memperkenalkan teknologi pengolahan limbah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi kepada masyarakat Kelurahan Lalorawu, Kecamatan Moramo Utara, Senin (3/8/2026) lalu. Limbah kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal diolah menjadi asap cair dan briket melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik bertajuk “Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Pengolahan Limbah Kelapa Menjadi Asap Cair dan Briket di Kelurahan Lalorawu, Kecamatan Moramo Utara”.
Kegiatan tersebut digelar dalam bentuk sosialisasi sekaligus demonstrasi langsung di hadapan warga setempat. Tim KKN Tematik ingin memberi pemahaman bahwa limbah kelapa bukan sekadar bahan buangan, melainkan sumber daya yang masih dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah.

Ketua KKN Tematik UHO, Deniyatno, S.Si., M.T., memimpin langsung pelaksanaan kegiatan bersama lima dosen anggota tim dan 15 mahasiswa. Tim menjelaskan potensi pemanfaatan limbah kelapa kepada masyarakat, kemudian mendemonstrasikan proses pengolahannya secara bertahap.
Dalam demonstrasi, warga menyaksikan langsung pengolahan limbah kelapa melalui proses pemanasan dan pembakaran terkendali. Proses ini menghasilkan dua produk sekaligus: asap cair dan material karbon yang selanjutnya dapat diolah lebih lanjut menjadi briket.
Secara umum, metode ini merupakan bentuk pirolisis biomassa, yang menguraikan bahan organik menjadi fraksi cair dan padat. Kualitas produk akhir sangat bergantung pada jenis bahan baku serta kondisi proses yang diterapkan. Sejumlah penelitian mengenai pengolahan tempurung kelapa juga menunjukkan bahwa pirolisis dapat menghasilkan asap cair secara efektif.
Kegiatan berlangsung interaktif. Warga tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga berdiskusi langsung dengan tim KKN Tematik mengenai teknologi yang digunakan dan peluang pemanfaatan produk yang dihasilkan.
Deniyatno menjelaskan, kegiatan ini bertujuan membuka wawasan masyarakat bahwa limbah kelapa masih memiliki potensi besar jika diolah dengan teknologi yang tepat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa limbah kelapa masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Dengan teknologi yang tepat, limbah tersebut dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi memberikan nilai ekonomi,” beber Deniyatno.
Tim KKN Tematik berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai demonstrasi semata, tetapi menjadi bekal pengetahuan awal bagi masyarakat Lalorawu untuk mengembangkan pengelolaan limbah kelapa secara lebih produktif dan berkelanjutan.
Bagi warga, kegiatan ini menjadi kesempatan memperoleh pengetahuan baru seputar teknologi pengolahan biomassa. Sementara bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kampus melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung di tengah masyarakat.
Kegiatan KKN Tematik UHO 2026 ini turut memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal. Dosen berperan memberikan pendampingan keilmuan, mahasiswa membantu proses edukasi dan demonstrasi, sedangkan masyarakat menjadi mitra dalam penerapan teknologi di lapangan.
Melalui kegiatan ini, tim KKN Tematik UHO berharap masyarakat Kelurahan Lalorawu dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam memanfaatkan limbah kelapa, sekaligus melihat peluang pengembangan produk berbasis sumber daya lokal yang bermanfaat bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat setempat. (rls/win)










































