KENDARINEWS.COM–Kapal Pinisi Kendari Meambo, bakal menjadi destinasi wisata baru berbasis bahari di Teluk Kendari. Kapal dengan kapasitas 80 orang ini, diresmikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Asrun Lio bersama Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, Senin (15/12/2025).
Turut hadir dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, Sekda Kendari Amir Hasan, Sekretaris PWI Sultra yang juga Direktur Utama Kendari Pos, Dr. Mahdar Tayyong, serta jajaran Forkopimda dan tamu undangan.
Kapal pinisi ini secara simbolis langsung mengelilingi teluk Kendari dan diikuti sejumlah pejabat yang hadir.
Kehadiran kapal pinisi ini diharapkan mampu memperkuat promosi pariwisata Kota Kendari dari sudut pandang laut serta mendukung geliat ekonomi masyarakat.
Sekda Provinsi Sultra, Asrun Lio menyampaikan apresiasi tinggi kepada pengusaha lokal yang membuat pinisi hebat ini. Menurutnya, pada tahun 2000-an juga pernah ada restoran terapung di Teluk Kendari, namun tidak lama beroperasi.
“Sekarang dengan Pinisi Kendari dan Masjid Al Alam yang sudah jadi wisata religi, harapannya tamu akan lebih sering datang ke Kendari. Ini memberikan warna baru bagi destinasi wisata Teluk Kendari,” ujarnya.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengatakan, peluncuran Kapal Pinisi Kendari Meambo merupakan, sebuah terobosan dalam mempromosikan potensi wilayah pesisir dan keindahan alam Kota Kendari.
“Ini merupakan satu gebrakan dan destinasi baru untuk mempromosikan wilayah Kendari dari sisi laut. Pemerintah Kota Kendari bersama pemerintah provinsi dan masyarakat, mengucapkan terima kasih kepada Pak Suwardi dan kawan-kawan, yang telah berinvestasi dan membantu mempromosikan keindahan Teluk Kendari,” ujar Siska.
Menurutnya, keberadaan kapal pinisi tersebut patut diapresiasi dan diharapkan, dapat terus berkembang dengan penambahan unit kapal lainnya di masa mendatang. Terlebih, Kota Kendari akan menjadi tuan rumah event internasional UCLG ASPAC 2026.
“Mudah-mudahan ini bisa berkembang lebih pesat. Tidak hanya satu unit kapal pinisi, tetapi melahirkan kapal-kapal baru. Ini menjadi semangat kita bersama, baik pemerintah, investor, maupun masyarakat, untuk mempromosikan daerah kita tercinta,” jelasnya.
Wali Kota perempuan pertama di Sultra ini menambahkan, keindahan Teluk Kendari tidak kalah dengan daerah lain, yang telah lebih dulu memiliki wisata kapal pinisi.
“Kota Kendari memiliki pemandangan yang sangat luar biasa. Mulai dari jembatan, pegunungan yang indah, hingga Masjid Al-Alam yang berada di tengah laut. Ini menjadi daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki daerah lain,” terangnya.
Sementara itu, salah satu owner Kapal Pinisi Kendari Meambo, Suwardi, menyampaikan bahwa peluncuran kapal pinisi tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kota Kendari, serta sejumlah instansi terkait.
“Launching perdana Pinisi Kendari ini kami persembahkan untuk masyarakat Sulawesi Tenggara agar bisa dinikmati bersama. Harapannya, Pinisi Kendari bisa memberikan warna tersendiri bagi pariwisata Sultra dan Kota Kendari,” kata Suwardi.
Ia menjelaskan, Kapal Pinisi Kendari Meambo mengusung konsep sunset cruise yang beroperasi setiap sore hari.
“Perjalanan dimulai dari pukul 16.00 hingga 20.00 WITA untuk mengejar momen sunset. Kapal ini akan berlabuh di sekitar Masjid Al-Alam yang berada di tengah laut,” ujarnya.
Selain itu, kapal pinisi tersebut mengusung konsep restoran terapung dengan berbagai fasilitas pendukung.
“Konsepnya restoran terapung, jadi ada makan malam, welcome drink, kue, dan hiburan di atas kapal. Kapal ini menampung sekitar 80 penumpang dan insya Allah akan beroperasi setiap hari,” jelasnya.
Terkait tarif, Suwardi menyebutkan masih dalam tahap pembahasan, namun diperkirakan berkisar Rp349.000 per orang. Ia juga membuka peluang pelayaran sunrise cruise, jika terdapat permintaan dari masyarakat.
Untuk pemesanan tiket, lanjut Suwardi, masyarakat dapat membeli langsung di kantor Pinisi Kendari. Lokasinya berada di area Pelindo maupun melalui platform media sosial resmi yang telah disiapkan.
Dengan hadirnya Kapal Pinisi Kendari Meambo, diharapkan pariwisata bahari Kota Kendari semakin berkembang. Serta mampu menjadi daya tarik baru bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. (abd/lis/ing)










































