Kendarinews.com–Usai dikukuhkan sebagai Guru Besar, Prof. Dr. H. M. Najib Husain, S.Sos., M.Si. menegaskan komitmennya mengembangkan komunikasi pembangunan yang menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi berbasis data. Dimana pendekatan tersebut menjadi solusi untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Dr. H. M. Najib Husain, S.Sos., M.Si mengatakan bahwa, capaian akademik tertinggi tersebut bukan sekadar pengakuan atas publikasi ilmiah yang telah dihasilkan, melainkan tanggung jawab untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul melalui atmosfer akademik yang berkualitas.
“Senang, tetapi di sisi lain amanah dan tanggung jawab itu semakin berat. Seperti yang disampaikan Pak Rektor, warisan seorang Guru Besar bukan hanya publikasi, tetapi bagaimana melahirkan dan menciptakan manusia-manusia unggul. Itu yang menjadi fokus kami untuk diwujudkan dalam proses akademik di kampus,” ujarnya.
Sebagai Guru Besar pertama di bidang Komunikasi Pembangunan, Prof. Najib ingin mengembangkan konsep komunikasi pembangunan yang tidak lagi hanya bertumpu pada pendekatan konvensional. Ia menawarkan perpaduan antara nilai-nilai kearifan lokal dengan pemanfaatan teknologi modern berbasis data yang akurat.
Menurutnya, integrasi kedua pendekatan tersebut akan menghasilkan solusi pembangunan yang lebih efektif, khususnya dalam menjawab berbagai persoalan di daerah.
“Saya menawarkan bagaimana mengombinasikan kearifan lokal dengan penggunaan teknologi, termasuk pemanfaatan data-data yang akurat agar penyelesaian berbagai persoalan di daerah bisa lebih tuntas,” jelasnya.
Fokus utama pengabdian dan penelitiannya tetap berada pada isu pelestarian lingkungan. Ia menilai komunikasi memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian sumber daya alam melalui keterlibatan aktif masyarakat.
Prof. Najib mengungkapkan bahwa pendekatan yang dikembangkannya telah menunjukkan hasil nyata, salah satunya di Kabupaten Buton, di mana kawasan hutan tetap terjaga melalui model yang ia sebut sebagai dua mesin komunikasi.
“Langkah pertama saya memang fokus pada lingkungan, bagaimana menjaga agar hutan tetap lestari. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa di beberapa wilayah Kabupaten Buton, hutannya tetap terjaga dengan menggunakan pendekatan yang kami sebut dua mesin komunikasi,” tutupnya.










































