Wali Kota Kendari Perintahkan Evaluasi Rutin Kualitas MBG

KENDARINEWS.COM – Pemerintah Kota Kendari berkomitmen penuh memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan efektif, higienis, dan benar-benar bermanfaat bagi tumbuh kembang pelajar. Langkah konkret segera diambil dengan merencanakan rapat koordinasi lintas sektor secara berkala mulai awal Agustus 2026 guna mengawasi kinerja dan menyelesaikan tantangan di lapangan.

Komitmen ini ditegaskan Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., dalam audiensi bersama Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi, di ruang kerjanya. Pertemuan strategis ini dihadiri Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, Sekda, unsur pimpinan tinggi, Koordinator Regional BGN Sultra, Satgas MBG, serta kepala dinas terkait seperti Kesehatan, Ketahanan Pangan, Pendidikan, dan Perikanan.

Dalam laporannya, Mulyadi menyampaikan progres positif: “Dari target 40 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), saat ini sudah 36 unit yang beroperasi dengan cakupan penerima manfaat mencapai sekitar 90 persen.” Ia juga mengusulkan forum rutin untuk membahas standar higiene (SLHS), sertifikasi halal, rantai pasok, stabilitas harga, hingga peran tenaga relawan lokal.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Siska menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya bicara angka kuantitas, melainkan kualitas pelayanan yang transparan. “Saya tidak ingin hanya menerima laporan yang baik-baik saja. Kalau ada kendala di lapangan, segera sampaikan supaya kita selesaikan bersama. Evaluasi adalah kunci peningkatan pelayanan,” tegasnya.

Wali Kota juga mengusulkan terobosan penting: pemetaan selera siswa. “Jangan sampai makanan bergizi terbuang karena tidak disukai anak-anak. Kita identifikasi preferensi mereka agar menu tepat sasaran dan tidak terjadi pemborosan,” tambahnya.

Pemkot Kendari menjamin dukungan penuh fasilitasi perizinan daerah dan skrining kesehatan tenaga relawan. Rapat koordinasi lintas sektor yang diagendakan awal Agustus nanti akan mempertemukan pengelola SPPG, mitra, dan instansi terkait untuk menyempurnakan sistem pengawasan demi keberlanjutan program yang sehat dan akuntabel.(lis)

Tinggalkan Balasan