KENDARINEWS. COM– Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 dilaksanakan di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, dengan mengusung tema “Integrasi Pengetahuan Lokal dan Sains dalam Pemanfaatan Tumbuhan Obat Tradisional di Wilayah Pesisir.”
Kegiatan ini menjadi langkah nyata perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi lokal melalui pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Program tersebut melibatkan tim dosen (Dr. Damhuri, S.Pd., M.P, Dr. Aceng Haetami, M.Si, Dr. La Ndia, M.Kes, Drs. La Kolaka, M.Si dan Dr. La Jumadin, S.Pd., M.Si), mahasiswa peserta KKN Tematik, Pemerintah Kelurahan Bungkutoko, kader kesehatan, tokoh masyarakat, kelompok PKK, serta masyarakat pesisir sebagai mitra utama dalam pelaksanaan kegiatan.
Kolaborasi ini bertujuan menggali, mendokumentasikan, dan mengembangkan pengetahuan masyarakat mengenai berbagai jenis tumbuhan obat yang telah lama dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional.
Dr. Damhuri, S.Pd., M.P sebagai Ketua Tim PKM menjelaskan bahwa Kelurahan Bungkutoko memiliki kekayaan hayati pesisir yang berpotensi menjadi sumber obat tradisional.
Namun, sebagian besar pengetahuan tersebut masih diwariskan secara lisan sehingga perlu didokumentasikan dan dipadukan dengan kajian ilmiah agar dapat dimanfaatkan secara lebih aman, efektif, dan berkelanjutan.
“Melalui PKM Terintegrasi KKN Tematik ini, kami ingin menjembatani pengetahuan lokal masyarakat dengan hasil-hasil penelitian ilmiah sehingga pemanfaatan tumbuhan obat tradisional tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memiliki nilai kesehatan, pendidikan, dan ekonomi bagi masyarakat pesisir,” ujar Dr. Damhuri.
Selama pelaksanaan program, tim PKM bersama mahasiswa KKN melakukan inventarisasi berbagai jenis tumbuhan obat yang tumbuh di lingkungan pesisir Bungkutoko. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan mengenai manfaat dan kandungan senyawa aktif tanaman obat, pelatihan budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA), demonstrasi pembuatan ramuan herbal sederhana, serta pendampingan masyarakat dalam menyusun dokumentasi tanaman obat lokal.
Tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan kebun tanaman obat sebagai media edukasi sekaligus upaya konservasi keanekaragaman hayati pesisir. Mahasiswa KKN bersama warga melakukan penanaman beberapa jenis tanaman obat yang mudah dibudidayakan di pekarangan rumah sebagai bagian dari gerakan pemanfaatan lahan produktif.
Lurah Bungkutoko Amran, S.Pd menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi sumber daya lokal.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga membantu mendokumentasikan pengetahuan lokal yang selama ini diwariskan oleh para orang tua. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi dasar pengembangan produk herbal khas Bungkutoko,” ujarnya.
Masyarakat yang mengikuti kegiatan terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan dan diskusi. Mereka memperoleh pemahaman mengenai cara mengenali tanaman obat, teknik pengolahan yang benar, dosis penggunaan yang lebih aman, hingga pentingnya menjaga kelestarian tumbuhan obat sebagai bagian dari kekayaan hayati wilayah pesisir.
Melalui Program PKM Terintegrasi KKN Tematik Tahun 2026 ini, perguruan tinggi berharap tercipta model pemberdayaan masyarakat yang mampu mengintegrasikan kearifan lokal dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Program tersebut tidak hanya mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha berbasis produk herbal lokal, memperkuat ketahanan keluarga, serta mendorong pelestarian keanekaragaman hayati di wilayah pesisir Kota Kendari.










































