Kendarinews.com — Halo Sobat KendariNews! Pasti udah gak asing lagi ya dengan yang namanya tantrum pada anak? Momen-momen ketika si kecil menunjukkan kemarahan dengan berteriak, memukul, atau bahkan melukai diri sendiri. Setiap anak punya cara tantrum yang unik, dan sebagai orang tua, penting banget untuk tahu cara mengatasinya. Berikut jenis-jenis dan cara mengatasi tantrum pada anak yang dilansir dari alodoc!
Kenali Jenis-Jenis Tantrum
1. Tantrum Manipulatif
Ini nih, tantrum yang sering terjadi ketika anak nggak puas karena keinginannya ditolak. Anak akan berusaha menunjukkan perilaku marah untuk mempengaruhi orang lain agar memenuhi permintaannya. Misalnya, teriak-teriak atau berpura-pura sedih.
2. Tantrum Frustasi
Tantrum ini muncul saat anak merasa frustrasi karena nggak bisa mengungkapkan perasaannya. Biasanya dipicu oleh faktor-faktor seperti kelelahan, kelaparan, atau tekanan dari lingkungan sekitar. Saat ini terjadi, anak bisa tampak sangat marah dan sulit diajak bicara.
3. Tantrum Putus Asa
Kalau si kecil terlihat lesu dan kehilangan semangat, itu bisa jadi tanda tantrum putus asa. Mereka merasa nggak berdaya dan seolah-olah dunia runtuh di depan mereka. Ini biasanya akibat penumpukan emosi negatif yang nggak bisa mereka ekspresikan.
Cara Mengatasi Tantrum pada Anak
Berikut beberapa tips buat para orang tua dalam menghadapi tantrum si kecil:
a. Pastikan Anak dan Orang di Sekitar Aman
Pertama-tama, pastikan lingkungan aman untuk anak dan orang-orang di sekitarnya. Kadang, memindahkan anak ke tempat yang lebih tenang bisa membantu.
b. Tenangkan Anak
Setelah situasi aman, coba bantu anak untuk mengeluarkan semua perasaannya. Bicaralah dengan nada lembut dan berikan pelukan hangat untuk menenangkan emosinya.
c. Jangan Berargumentasi dengan Anak
Waktu anak marah, kasih dia ruang dan waktu untuk menenangkan diri. Jangan coba-coba berdebat, karena itu cuma akan memperburuk keadaan. Orang tua juga perlu mengendalikan emosi supaya suasana tetap kondusif.
d. Konsisten dan Jangan Menyerah
Penting banget bagi orang tua untuk tetap konsisten dan tidak menyerah pada kemauan anak. Biarkan anak tahu bahwa tantrum nggak akan membuatnya mendapatkan perhatian atau barang yang diinginkan.
e. Izinkan Anak untuk “Marah”
Beri kesempatan pada anak untuk marah. Katakan bahwa ini adalah tempat yang tepat untuk mengeluarkan ekspresi. Ingatkan juga bahwa marah itu wajar, tapi tindakan yang menyakiti orang lain nggak boleh dilakukan.










































