KENDARINEWS.COM-– PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan memulai pengerjaan proyek Matano Belt Road (MBR), sebuah infrastruktur jalan provinsi strategis yang diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan timur Sulsel. Peletakan batu pertama proyek dilakukan di Ussu, Selasa (23/12/2025).
Pembangunan infrastruktur, menurut PT Vale, bukan hanya soal konektivitas fisik melainkan fondasi bagi pemerataan ekonomi, ketahanan wilayah, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di masa depan. Matano Belt Road sendiri merupakan koridor penting yang menghubungkan Malili, Nuha, hingga perbatasan Sulawesi Tengah (Sulteng) – wilayah yang selama ini menghadapi tantangan akses bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale Indonesia, Abu Ashar, menyatakan bahwa infrastruktur memiliki makna yang melampaui fungsi teknisnya. “Ketika akses terbuka, ekonomi bergerak, layanan publik semakin dekat, dan masyarakat memiliki kesempatan yang lebih adil untuk tumbuh. Itulah esensi dari pembangunan Matano Belt Road, bukan hanya membangun jalan, tetapi membangun masa depan,” ujarnya pada acara peletakan batu pertama.
Proyek MBR dirancang dengan standar keselamatan dan teknis yang ketat untuk memastikan efisiensi lalu lintas dan keamanan pengguna. Dengan infrastruktur yang andal dan berkelanjutan, kawasan ini diharapkan menjadi pusat pengembangan ekonomi, logistik daerah, serta sektor unggulan seperti pariwisata Danau Matano – salah satu danau purba terdalam di dunia yang memiliki potensi ekologi dan ekonomi bernilai global.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan bahwa MBR merupakan wujud kolaborasi strategis antara pemerintah dan sektor industri dalam mempercepat pembangunan daerah. “Kami menilai kehadiran jalan ini akan menjadi jalur alternatif sekaligus akses utama yang memperkuat konektivitas Luwu Timur dan kawasan sekitarnya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” katanya.
Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, menambahkan bahwa konektivitas Ussu hingga pesisir Danau Matano telah lama dinantikan masyarakat. “Jalur ini sekaligus memperkuat peran Luwu Timur sebagai simpul pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Sulsel dan akan membuka sentra ekonomi baru, khususnya di sektor pariwisata berkelanjutan,” ungkapnya.










































