KENDARINEWS, COM– Open Turnamen Song Sulawesi Tenggara 2026, yang berlangsung di Aula Graha Pena Kendari Pos, tuntas dini hari Senin (12/10/2026).
Turnamen yang berlangsung dua hari itu menyisakan kebahagiaan bagi para pemenang. Arun, peraih juara pertama, berhasil membawa pulang hadiah berupa satu unit motor Yamaha Fazzio. Sementara itu, Adelia Ucup yang meraih juara kedua mendapatkan hadiah motor Yamaha Jupiter Z.
Arun mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya setelah berhasil meraih juara pertama dalam turnamen tersebut. Ia menilai perjuangan yang telah dilakukannya selama mengikuti kompetisi akhirnya membuahkan hasil.
“Yang pertama, otomatis kita bersyukur. Kalau masalah perasaan, ya senang sekali. Dengan adanya ini, perjuangan tidak sia-sia,” ujar Arun.
Ia berharap kompetisi olahraga song di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari, dapat terus diselenggarakan dan tidak dihentikan. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan hasil latihan mereka.
Arun juga berpesan kepada seluruh peserta agar tidak mudah menyerah ketika mengikuti kompetisi.
“Jangan patah semangat dan jangan menyerah, karena tidak ada usaha yang mengkhianati hasil,” tambahnya.
Sementara itu, Adelia Ucup, salah satu panitia turnamen song sekaligus peraih juara kedua, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada orang tua, teman-teman panitia, dan Kendari Pos yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Adelia menceritakan bahwa pada hari pertama kegiatan, orang tuanya masih berada di rumah sakit. Setelah pulang ke rumah, ia meminta doa restu dan dukungan orang tuanya sebelum melanjutkan kegiatan.
Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh panitia yang telah bekerja keras selama tiga hari pelaksanaan turnamen. Menurutnya, dukungan dan fasilitas yang diberikan Kendari Pos sangat membantu kelancaran kegiatan hingga dapat terlaksana dengan sukses.
Adelia berharap pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dapat memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan olahraga song. Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi alasan agar olahraga tersebut mendapatkan dukungan yang lebih luas, tidak hanya dari pihak pribadi atau komunitas, tetapi juga dari instansi pemerintah.
“Olahraga song ini tidak mengenal perempuan atau laki-laki. Karena itu, saya berharap pemerintah juga bisa membantu dan mendukung pelaksanaan kegiatan olahraga song ini,” ungkapnya.
Adelia juga mengingatkan para peserta bahwa dalam setiap kompetisi, kemenangan dan kekalahan merupakan hal yang wajar. Ia berharap perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi selama turnamen dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan berikutnya.
Menurutnya, olahraga song tidak membutuhkan biaya yang mahal sehingga masyarakat diharapkan tetap aktif dan semangat mengikutinya. Ia juga berharap olahraga tersebut semakin berkembang dan mendapat pengakuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Dengan adanya turnamen ini, diharapkan olahraga song semakin dikenal masyarakat Sulawesi Tenggara serta memperoleh dukungan dari berbagai pihak agar dapat terus berkembang dan menjadi wadah bagi masyarakat untuk berprestasi.(abu/ish/adr)










































