KENDARINEWS.COM— Sabtu pagi, pukul 09.30 WITA. Sebuah Jeep Cherokee meluncur perlahan dari halaman Balai Kota Kendari. Di balik kemudinya bukan seorang peserta balapan biasa, melainkan Wali Kota Kendari sendiri, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM.
Inilah awal dari perjalanan tak biasa: Kendari Offroad Extreme Adventure Challenge (KORXA) 2026. Selama tujuh jam penuh, Wali Kota Siska memegang kendali, menembus ratusan kilometer medan yang menantang — melintasi tiga wilayah: Kota Kendari, Kabupaten Konawe, hingga Konawe Selatan.
Perjalanan bukan sekadar menaklukkan medan. Sepanjang rute, debu jalanan, jalur berbatu, menyeberangi sungai dangkal, dan menembus kawasan perkebunan menjadi teman setia. Di Kelurahan Lalodati, roda kendaraan berhenti. Bukan karena rusak, melainkan untuk menyalurkan kebaikan. Di sana, Wali Kota Siska menyerahkan paket sembako kepada puluhan warga yang telah menunggu. Sebuah momen sederhana namun bermakna dalam: di tengah medan berat, kepedulian tidak boleh tertinggal.
Rombongan kembali bergerak — melewati Watulondo, Tabanggele, Puuwatu, Abeli Dalam, hingga Puuloro. Di kawasan perkebunan, debu tebal menyelimuti jalan. Mesin kendaraan Wali Kota pun sempat mengalami peningkatan suhu — ujian nyata bagi ketenangan dan kerja sama tim. Namun, semangat tidak pernah redup. Perlahan namun pasti, roda terus berputar.
Memasuki lintasan sungai berbatu di Kecamatan Ranomeeto, tantangan terasa semakin nyata. Batu-batu licin dan arus yang tenang namun tak terduga menguji ketangkasan. Lewat Konda dan hamparan perkebunan ubi, rombongan akhirnya tiba di Amohalo sekitar pukul 16.30 WITA. Tujuh jam berlalu, bukan sebagai perlombaan kecepatan, melainkan sebuah perjalanan pemahaman.
“Melalui kegiatan ini, saya bisa melihat langsung kondisi wilayah, termasuk pelosok-pelosok Kota Kendari yang masih membutuhkan sentuhan pembangunan. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat potensi sekaligus mengetahui kebutuhan masyarakat di lapangan — sesuatu yang mungkin tidak akan kami temukan hanya duduk di ruang rapat.”
Bagi Wali Kota, KORXA 2026 bukan sekadar ajang olahraga atau hobi. Ia melihatnya sebagai jendela pembangunan. Rute yang dilalui ternyata menyimpan kekayaan alam yang belum terjamah — potensi wisata petualangan yang jika dikembangkan, bisa menggerakkan ekonomi warga sekitar.
“Saya berharap kegiatan seperti KORXA dapat terus dikembangkan. Kolaborasi antara komunitas, petualangan, aksi sosial, dan promosi potensi daerah adalah formula yang tepat untuk memperkenalkan Kendari dan sekitarnya tidak hanya sebagai tempat singgah, tetapi tujuan wisata yang luar biasa,” ujarnya.
KORXA 2026 meninggalkan pesan sederhana namun dalam: medan yang sulit bukan penghalang untuk mendekati rakyat. Justru di jalan yang terjal, terlihat siapa yang benar-benar ingin mendengar. Tujuh jam di jalan ekstrem menjadi bukti bahwa pembangunan dimulai dari kehadiran — hadir melihat, hadir mendengar, dan hadir bersama masyarakat, bahkan di tempat yang paling sulit dijangkau.
Medan telah ditaklukkan. Namun yang lebih penting: jembatan antara pemerintah dan rakyat kian diperkokoh.










































