KENDARINEWS. COM— Suasana hangat terlihat di pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara periode 2025–2030 di Kabupaten Kolaka. Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, bertemu dengan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR) — yang belakangan ini dikaitkan dengan perbedaan pandangan publik. Di momen inilah, Gubernur menyampaikan pesan penting soal sinergi dan keterbukaan terhadap kritik.
Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sultra selalu terbuka terhadap kritik dan masukan yang membangun.
“Saya ulangi, Pemprov Sultra selalu terbuka terhadap kritik dan masukan yang membangun, dengan tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan saling menghargai demi keberhasilan pembangunan daerah,” tegas ASR.
Ia menjelaskan bahwa kritik sangat dibutuhkan, asalkan disampaikan dengan cara yang baik dan santun. Namun di sisi lain, dukungan seluruh elemen masyarakat juga sangat diperlukan. Sebaik apa pun program yang disusun, tidak akan berjalan optimal tanpa sinergi dan kolaborasi dari semua pihak.
Gubernur juga menekankan bahwa perbedaan pilihan partai atau strategi tidak boleh menghalangi langkah bersama.
“Setiap orang boleh berbeda organisasi, partai politik, serta berbeda dalam strategi memperjuangkan kepentingan. Namun seyogyanya perbedaan itu tidak menjadi penghalang untuk melangkah bersama. Justru perbedaan yang dikelola secara bijak akan menjadi kekuatan untuk menghadirkan gagasan dan karya terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
“Meskipun berbeda partai, kita harus berjalan seiring seirama menuju tujuan yang sama: kepentingan masyarakat serta masa depan daerah yang gemilang,” tambahnya.
Sebelumnya, Ridwan Bae meminta Gubernur lebih sering turun langsung ke lapangan guna mendengar persoalan masyarakat, dan tidak hanya mengandalkan laporan jajaran pemerintah daerah. Pernyataan itu sempat memicu respons Kepala Dinas Pariwisata Sultra yang dianggap bernada penghinaan, hingga memicu kedatangan massa simpatisan Ridwan Bae ke kantor dinas terkait. Masalah itu pun diselesaikan dengan permohonan maaf yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Sultra.
Namun di momen pelantikan Golkar Sultra ini, suasana terlihat telah mencair. Ridwan Bae dan Gubernur Andi Sumangerukka terlihat saling menyapa hangat bahkan berpelukan — sebuah simbol bahwa di atas segala perbedaan, kepentingan masyarakat Sulawesi Tenggara tetap yang utama.









































