-+Tanam Pohon dan Resmikan Tugu di Kebun Raya Kendari
KENDARINEWS,COM– Hujan lebat tak menyurutkan semangat ratusan delegasi UCLG ASPAC 2026 dan Pemkot Kendari. Mereka tetap turun ke Kebun Raya Kendari untuk menanam pohon dan meresmikan Tugu Kolaborasi, sebagai wujud komitmen menjaga lingkungan dan menghadapi perubahan iklim.
Meski cuaca kurang bersahabat, suasana kegiatan berlangsung khidmat, hangat, dan penuh antusiasme. Para delegasi dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik tampak mengenakan payung, bergantian turun ke lahan penanaman untuk menanam bibit pohon asli khas Sulawesi Tenggara. Jenis pohon yang ditanam pun dipilih secara khusus karena nilai konservasinya, di antaranya kayu eboni, ruruhi, kayu langsat, hingga lobe-lobe.
Momen bersejarah diawali dengan penandatanganan prasasti peresmian Tugu Kolaborasi UCLG ASPAC. Naskah prasasti ditandatangani langsung oleh Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, dan Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM. Usai penandatanganan, Wali Kota menyerahkan bibit pohon secara simbolis kepada Sekjen UCLG ASPAC dan Wakil Gubernur, menandai dimulainya gerakan penghijauan bersama.
Dalam sambutannya yang disampaikan dalam Bahasa Inggris, Wali Kota Kendari menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti nyata kepedulian dunia internasional terhadap isu lingkungan hidup.
“Penanaman pohon ini merupakan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap isu perubahan iklim yang menjadi tantangan kita semua. Sebagai tuan rumah, Kota Kendari berkomitmen penuh untuk terus memajukan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan prinsip pelestarian alam,” ujar Siska.
Ia juga menyoroti peran strategis Kebun Raya Kendari sebagai aset daerah yang berfungsi ganda: sebagai pusat konservasi keanekaragaman hayati, ruang terbuka hijau, serta penyangga ekologis dan sosial bagi masyarakat. Kehadiran langsung para delegasi, kata dia, adalah simbol persahabatan sekaligus bukti tanggung jawab kolektif dalam menjaga kelestarian bumi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi, mengaku sangat kagum atas keramahan masyarakat dan kesiapan pemerintah Kota Kendari dalam menyelenggarakan agenda besar ini. Ia menyebutkan, kegiatan penanaman pohon sudah menjadi tradisi tetap dalam setiap forum UCLG ASPAC, sebagai bentuk penyeimbang dampak lingkungan sekaligus pesan nyata kepedulian.
“Kita datang dari berbagai tempat menggunakan penerbangan yang menghasilkan emisi karbon. Karena itu, menanam pohon menjadi pesan jelas bahwa kita peduli terhadap lingkungan dan masa depan planet ini. Langkah ini menjadi penyeimbang sekaligus komitmen kita bersama,” tegas Bernadia dalam sambutannya.
Ia juga menyoroti tantangan umum berkurangnya ruang terbuka hijau akibat laju urbanisasi di negara-negara kawasan. Namun, ia memuji perkembangan Kota Kendari yang dinilainya sangat pesat, tertata baik, dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu kota hijau unggulan di kawasan Asia Pasifik.
Sepanjang kegiatan, terlihat interaksi akrab dan kerja sama yang erat antara para delegasi, jajaran pemerintah daerah, hingga warga setempat dalam menanam pohon. Melalui aksi sederhana namun penuh makna ini, pertemuan UCLG ASPAC 2026 di Kendari tidak hanya menjadi ajang diplomasi dan pertukaran gagasan, tetapi juga melahirkan komitmen kuat menuju pembangunan kota yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.(lis/b)










































