Inflasi Aman Jelang Idul Adha, Pemkot Kendari Gelar Pasar Murah

KENDARINEWS.COM— Laju inflasi Kota Kendari tercatat tetap aman dan terkendali di angka 2,83 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi provinsi sebesar 2,98 persen. Angka ini dipastikan Pemerintah Kota Kendari saat resmi membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Balai Kota, Rabu (20/5/2026), sebagai langkah nyata menahan kenaikan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Berlangsung hingga 25 Mei mendatang, kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, didampingi Wakil Wali Kota Sudirman, unsur Forkopimda, serta perwakilan Bulog dan perbankan.

Dalam sambutannya, Siska Karina Imran meyakinkan masyarakat bahwa pasokan pangan di daerahnya aman dan harga-harga masih berada dalam batas kewajaran. Meski pemantauan harga menunjukkan kenaikan pada sejumlah komoditas seperti bawang merah, telur, wortel, dan minyak goreng, kenaikan tersebut dinilai wajar dan tidak membebani daya beli warga.

“Alhamdulillah, kondisi kita sangat aman. Angka inflasi kita 2,83 persen, lebih rendah dari angka provinsi. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan, supaya harga tidak terlalu tinggi merugikan pembeli, tapi juga tidak jatuh hingga merugikan produsen,” tegas Siska.

Ia juga menyinggung ketangguhan sektor pertanian lokal. Kendati sempat diterpa bencana banjir yang merendam lahan persawahan di Kecamatan Baruga, hasil panen pascabanjir tetap memuaskan dan mampu menyumbang pasokan sekitar 5,5 ton. Pemerintah terus berupaya mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah dengan menggali potensi pertanian warga secara maksimal.

“Kita belum sepenuhnya mandiri pangan, tapi langkah terus kita genjot. Bukti nyata, pascabanjir pun petani kita tetap bisa panen dan berkontribusi menjaga stok daerah,” tambahnya.

Gerakan Pangan Murah ini menjadi solusi pemerintah menawarkan kebutuhan pokok dengan harga jauh di bawah pasar. Siska mengajak seluruh warga maupun ASN memanfaatkan kesempatan ini, sekaligus turut menjaga stabilitas harga di pasaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kendari, Abdul Rauf, melaporkan kegiatan ini didukung penuh APBD, Bank Indonesia, dan pihak swasta. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, pemerintah telah menyalurkan bantuan pangan bagi 27.000 Kepala Keluarga (KK), bantuan beras dan minyak goreng untuk 1.339 KK korban bencana, serta kolaborasi CSR Pertamina senilai Rp250 juta bagi 1.000 KK di Kecamatan Kendari.

“Gerakan Pangan Murah ini sudah kami laksanakan sebanyak 70 kali ke berbagai titik strategis. Tujuannya satu: pastikan inflasi sektor pangan tetap aman dan masyarakat mudah mendapatkan bahan pokok terjangkau,” jelas Abdul Rauf.

Selain kebutuhan pokok, kegiatan ini juga menjadi pendorong ekonomi lokal dengan melibatkan 20 pelaku usaha kuliner, 25 distributor, dan sejumlah UMKM. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi memadati lokasi, berbondong-bondong berbelanja demi persiapan hari raya. Pemkot Kendari memastikan langkah ini terus dijaga hingga puncak perayaan Iduladha tiba.

Tinggalkan Balasan