AJI Kendari Latih 20 Jurnalis Verifikasi Disinformasi

KENDARINEWS.COM — Aliansi Jurnalis Independen Kota Kendari menggelar training verifikasi disiformasi isu minoritas jelang pemilu selama 6-7 Januari. 20 jurnalis di Sulawesi Tenggara yang mengikuti kegiatan itu terpilih menjadi peserta dari 33 pendafar. Oleh dua trainer dari AJI Indonesia, Sintha Maharani dan Inggried Dwi, para peserta dilatih untuk memeriksa fakta dari informasi yang beredar di dunia digital sehingga bisa mengedukasi publik melalui pemberitaan agar tak menjadi korban misinformasi, disinformasi maupun malinformasi.

Ketua AJI Kendari Rosniawati, mengatakan kegiatan ini bagian dari peningkatan kapasitas jurnalis dalam mengatasi bias informasi atau hoaks yang kian marak jelang pemilu dan rentan bagi kaum minoritas. Ia meminta peserta menyimak secara maksimal materi-materi dari trainer.

Tentunya, dengan harapan peserta dapat menerapkan kemampuan saat menjakankan tugas-tugas jurnalistik. Sehingga berita yang disiarkan dapat mencerahkan publik dari disinformasi jelang pemilu.

Ia menambahkan selain pelatihan verifikasi disinformasi, AJI juga menyiapkan beasiswa peliputan disinformasi isu minoritas jelang pemilu. Beasiswa disiapkan untuk 10 jurnalis.

Sementara itu, Sintha Maharani, Trainer Verifikasi Disinformasi mengatakan jurnalis harus menerapkan prinsip Hak Asasi Manusia saat melakukan peliputan, apalagi bila menyangkut potensi konflik dua kelompok massa. Ia juga bercerita tentang metode mengungkap aktor dibalik ujaran kebencian; liputan investigasi.(dan)

Tinggalkan Balasan