Dinas Cipta Karya Terima Kunjungan DPRD Konkep

KENDARINEWS.COM — Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Pemprov Sultra, menerima kunjungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), kemarin. Kunjungan DPRD Konkep ini, dalam rangka belajar atau konsultasi terkait, skema penggunaan anggaran secara multiyears. Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak mengatakan, kunjungan anggota DPRD Konkep, untuk membahas mekanisme penggunaan anggaran multiyears dalam APBD. Sebab, berdasarkan laporan DPRD Konkep, ada anggaran Rp12 miliar untuk pembangunan masjid tahun ini.

Namun, Pemerintah Daerah (Pemda) Konkep meminta agar, anggarannya dilakukan sekaligus dengan skema multiyears. “Makanya, mereka (anggota DRPD,red) datang ke sini untuk konsultasi. Utamanya terkait syarat dalam rangka mempersiapkan kontrak multiyears itu,” ungkap Effendi Patulak usai menerima kunjungan DPRD Konkep di ruang kerjanya, Kamis (6/7).

Patulak mengaku, dirinya memberi saran dan masukan terkait prosedur dari awal, agar terjadi komunikasi antar pemerintah dan DPRD untuk membuat MoU. Serta peraturan daerah, yang memuat tentang kesepakatan untuk melaksanakan pembangunan masjid, dengan menggunakan anggaran multiyears. Lanjut dia, berdasarkan laporan yang disampaikan, rencana pembangunan masjid di Konkep, bakal dilaksanakan selama tiga tahun anggaran. Dengan total anggaran keseluruhan Rp46 miliar. “Rencananya, masjid ini bakal dibangun di by pass Konkep. Jadi, secara full menggunakan APBD. Tapi karena mereka belum pernah melaksanakan pekerjaan multiyears, jadi mereka datang konsultasi tahapan, proses dan syarat-syaratnya,” jelasnya.

Effendi menambahkan, pihaknya telah memberikan seluruh dokumen syaratsyarat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 77 dan juga contoh MoU. Termasuk penghitungan kenaikan harga 10 sampai 12 persen setiap tahunnya. “Sehingga, mereka bisa menghitung dengan baik anggaran yang akan digunakan setiap tahun. Agar semua sesuai anggaran yang ditetapkan. Jangan sampai, nanti saat sudah ditetapkan diakhir kegiatan, ternyata masih ada pekerjaan tidak terakomodir. Nah itu yang saya pesankan ke mereka,” imbuhnya. (rah/b)

Tinggalkan Balasan