oleh

Karya Pembangunan Duet Sulkarnain -Siska di Ekspose Lima Tahunan. Simak Apa Saja

KENDARINEWS.COM–Kota Kendari kini semakin maju dan berkembang. Sukses Duet Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir dan Wakil Wali Kota Siska Karina Imran menghantarkan Kota Kendari sebagai Kota Layak Huni Berbasis Ekologi (Lingkungan), Informasi, dan Teknologi terwujud. Kesuksesan itu dipaparkan dalam Ekspose Lima Tahun Sulkarnain-Siska membangun Kendari di Balai Kota Kendari, Senin (3/10), malam.

Kata Sulkarnain, tahun pertama memimpin Kendari, ia meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia mengalokasikan anggaran beasiswa kepada pelajar kurang mampu di Kendari.

“Setiap tahun kami salurkan bantuan beasiswa agar anak-anak kita menjadi generasi unggul yang berdaya saing,” ujar Wali Kota Sulkarnain Kadir dalam paparannya.

Selain pendidikan, pihaknya juga menghadirkan layanan publik mumpuni, yakni layanan berbasis digital agar mudah diakses masyarakat. “Kita tidak bisa menghindar dari kemajuan teknologi karena itu bagian dari kehidupan. Kami menghadirkan layanan publik berbasis digital, salah satunya Aplikasi New Laika yang sudah di unduh sebanyak 32 ribu masyarakat Kendari,” ungkap Wali Kota Sulkarnain.

Melalui aplikasi New Laika, masyarakat dimudahkan pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk) seperti E-KTP dan dokumen lainnya. “Ini kami persembahkan agar masyarakat bisa merasakan wujud Kendari Kota Layak huni,” kata Wali Kota Sulkarnain.

Duet Sulkarnain dan Siska juga fokus pada pembangunan fisik. Mereka sukses menata kawasan kumuh Bungkutoko – Petoaha yang menjadi spot wisata baru di Kendari.
“Kawasan Bungkutoko-Petoaha kita bangun dengan konsep Waterfront City. Alhamdulillah kini ramai dikunjungi masyarakat,” ungkapnya.

Tahun ini, Kendari kembali mendapat jatah penataan kawasan Puday-Lapulu dari Kementerian PUPR. Teranyar, Wali Kota Sulkarnain menghadirkan maha karya Gedung Balai Kota Kendari. Wali Kota Sulkarnain menjelaskan, filosofi pembangunan balai kota terinspirasi dari hari lahir Kota Kendari yakni pada 9 Mei 1831. “Oleh karena itu tower dibangun 9 lantai, gedung podium 5 lantai, dan ornamen gedung sebanyak 1.831 buah,” ungkapnya.

Balai Kota dibangun dengan konsep modern dan tetap mempertahankan identitas dan kearifan lokal. Misalnya fisik gedung dilengkapi ornamen motif tenun khas suku Tolaki.
Balai kota juga dilengkapi faslilitas Mall Pelayanan Publik (MPP). 32 layanan dengan konsep One Stop Service terdapat dalam MPP. Sebut saja, layanan Adminduk, SIM, pasport, perizinan, dan lainnya.

“Masih banyak karya lainnya yang telah dipersembahkan dan beberapa bagian masih berjalan. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi masyarakat Kendari,” tutur Wali Kota Sulkarnain.

Untuk diketahui, beberapa proyek strategis Kota Kendari yang saat ini masih berjalan pembangunan jalur lingkar dalam Inner Ringroad), RS Antero Hamra, dan Puskesmas Kandai.

Pembangunan jalur inner ringroad dengan panjang sekira 4,1 kilometer dimaksudkan untuk mengurai kemacetan kota pada waktu tertentu. Pembangunan RS Antero Hamra di Kecamatan Puuwatu berkonstruksi dua lantai dengan luasan sekira 6.900 meter persegi. Fasilitasnya 67 kamar rawat inap dan peralatan medis modern.

RS Antero Hamra direalisasikan, begitu pula Puskesmas Kandai. Dibangun dua lantai di atas lahan 1.242 meter persegi dan diproyeksi tuntas Desember 2022. (kn)

Komentar

Tinggalkan Balasan