Tutup Kebocoran PAD, Dishub Sultra Maksimalkan 5 Sistem Digital

KENDARINEWS.COM— Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tenggara memperkenalkan lima sistem digital baru guna memperbaiki tata kelola sekaligus memastikan seluruh pendapatan asli daerah dari sektor perhubungan masuk utuh ke kas daerah. Peluncuran bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026.

Lima inovasi tersebut meliputi E-Retribusi Pelabuhan, E-Retribusi Parkir, Sistem Informasi Pelayanan Operator Kapal (SIP-OK), Sistem Informasi Lahan dan Bangunan Plus (SILABANG), serta Sistem Informasi Rekanan Langsung (SIRAL). Seluruh aplikasi terintegrasi langsung dengan Bank Sultra.

Penjabat Sekretaris Daerah sekaligus Kepala Dishub Sultra, Muhammad Fadlansyah, menjelaskan digitalisasi ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah nyata menjaga akuntabilitas.

“Semua terhubung ke Bank Sultra. Retribusi langsung masuk ke kas daerah. Ini kita lakukan untuk memastikan tak ada lagi celah yang memungkinkan kebocoran,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Sistem ini juga memudahkan masyarakat: pembayaran parkir, retribusi pelabuhan, hingga biaya penyeberangan dapat dilakukan menggunakan satu kartu uang elektronik yang dapat diisi ulang, mirip sistem e-Money. Konsep ini akan diterapkan di seluruh pelabuhan kewenangan Pemprov Sultra.

Dishub Sultra menargetkan penerimaan PAD tahun ini mencapai Rp34,7 miliar, dengan realisasi hingga saat ini sekitar 70 persen. Digitalisasi diharapkan mempercepat pencapaian target tersebut sekaligus meningkatkan transparansi.

Selain sistem pembayaran, SILABANG akan mengelola sewa lahan dan bangunan milik dinas, SIRAL menyederhanakan kerja sama dengan rekanan, sedangkan SIP-OK memudahkan pelayanan bagi para operator kapal.

“Inovasi bukan hanya soal teknologi, melainkan soal pelayanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan memberi kepastian bagi masyarakat serta pelaku usaha,” tegas Fadlansyah.

Ia mengingatkan keberhasilan sistem ini tidak hanya bergantung pada perangkat lunak, melainkan komitmen seluruh jajaran untuk menggunakannya secara konsisten.

Digitalisasi ini berjalan beriringan dengan pembenahan fisik. Tahun ini, Pemprov Sultra merehabilitasi tiga pelabuhan penyeberangan secara menyeluruh: Torobulu, Amolengo, dan Tampo. Pembangunan dipastikan mencakup sisi darat maupun sisi laut.

Dengan semangat Harhubnas bertema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”, transformasi ini diharapkan mengubah cara kerja di lingkungan Pemprov Sultra — dari sekadar melayani, menjadi berinovasi secara berkelanjutan demi Sulawesi Tenggara yang maju, aman, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan