KENDARINEWS. COM— Hasil pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 mencatat kemenangan meyakinkan. Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili keluar sebagai pemenang dengan meraih 42 suara, unggul jauh dibandingkan dua kandidat lainnya. Prof. Dr. Ida Usman memperoleh 18 suara dan Dr. Herman, S.H., LL.M. mendapat 13 suara, dengan satu suara tidak sah. Kemenangan ini menunjukkan dukungan luas dari para anggota Senat Universitas terhadap visi dan kemampuannya memimpin kampus terbesar di Sulawesi Tenggara ini ke arah yang lebih besar.
Mandat besar yang diterima Prof. Takdir bukanlah kebetulan semata, melainkan cerminan kepercayaan yang tumbuh dari berbagai keunggulan yang dimilikinya:
Pengalaman dan jejaring luas — Dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia akademik dan manajemen perguruan tinggi, serta mampu membangun kerja sama strategis dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun dunia usaha.
Visi yang membumi dan inklusif — Sering menekankan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan daerah, serta pemerataan kemajuan di semua fakultas dan unit kerja.
Kepemimpinan yang akomodatif — Dikenal sebagai sosok yang mendengarkan aspirasi sivitas akademika, menjaga kebersamaan, dan menghargai perbedaan pandangan demi kemajuan bersama.
Fokus pada peningkatan kualitas dan akreditasi — Komitmen memperkuat mutu pendidikan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat sebagai pilar utama kemajuan UHO.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kemenangan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan awal dari tanggung jawab besar:
“Perguruan tinggi tidak boleh berada dalam menara gading. UHO harus turun gunung, hadir di tengah masyarakat, dan mampu menjawab persoalan nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian.”
Berikut harapan besar yang kini melekat pada kepemimpinan baru UHO:
Memperkuat tridharma perguruan tinggi — Meningkatkan kualitas pembelajaran, mendorong riset yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah, serta memperluas jangkauan pengabdian masyarakat.
Membangun UHO yang semakin terbuka dan kolaboratif — Mempererat kerja sama dengan pemerintah daerah, industri, dan lembaga lain agar lulusan dan hasil riset UHO semakin bermanfaat bagi Sulawesi Tenggara dan Indonesia.
Meningkatkan kesejahteraan dan mutu sivitas akademika — Memastikan suasana akademik yang kondusif, dukungan riset yang memadai, serta jenjang karier yang jelas bagi dosen dan tenaga kependidikan.
Menjadikan UHO sebagai pusat inovasi daerah — Menghasilkan solusi konkret bagi berbagai persoalan di Sultra, mulai dari ekonomi, sosial, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Dengan mandat besar yang telah dipercayakan, seluruh warga kampus dan masyarakat Sultra kini menanti langkah nyata kepemimpinan Prof. Takdir Saili. Semoga empat tahun ke depan membawa UHO semakin jaya, semakin bermutu, dan semakin berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.










































