Real-time ke Kas Daerah, 5 Aplikasi Dishub Sultra Pastikan Tak Ada Rupiah yang Hilang

KENDARINEWS.COM— Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat tata kelola pendapatan asli daerah melalui transformasi digital. Kini, lima aplikasi andalan telah dikembangkan untuk memastikan seluruh penerimaan retribusi sektor perhubungan tercatat secara akurat, transparan, dan langsung masuk ke kas daerah.

Pj. Sekretaris Daerah sekaligus Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Muhammad Fadlansyah, menjelaskan bahwa digitalisasi ini menjadi langkah strategis Dishub Sultra dalam menjaga integritas pengelolaan keuangan daerah. Kelima aplikasi tersebut meliputi:

E-Retribusi Pelabuhan — pencatatan pembayaran retribusi pelabuhan secara elektronik

E-Retribusi Parkir — pembayaran retribusi parkir langsung tersistem

SIP-OK — Sistem Informasi Pelayanan Operator Kapal

SILABANG — Sistem Informasi Lahan dan Bangunan Plus

SI RALS — Sistem Informasi Rekanan Langsung

“Seluruh aplikasi ini terintegrasi langsung dengan Bank Sultra. Setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat akan tercatat secara elektronik dan masuk ke rekening kas daerah tanpa perantara,” tegas Fadlansyah.

Sektor perhubungan menjadi salah satu penyumbang PAD terpenting bagi Provinsi Sultra. Tahun ini, target penerimaan retribusi dari sektor tersebut ditetapkan sebesar Rp34,7 miliar. Hingga saat ini, realisasinya telah mencapai sekitar 70 persen.

Fadlansyah menegaskan, kehadiran sistem digital ini bukan sekadar perubahan cara pembayaran, melainkan penguatan sistem pengawasan agar tidak ada lagi kebocoran atau penerimaan yang luput dari pencatatan.

“Kami ingin memastikan setiap sumber pendapatan, baik dari retribusi parkir maupun pelabuhan, benar-benar diterima dan tercatat secara resmi. Masyarakat juga merasa lebih nyaman karena pembayaran lebih mudah dan tertransparan,” ujarnya.

Selain penguatan sistem digital, Dishub Sultra juga terus melakukan pembenahan fisik. Sepanjang tahun 2026, rehabilitasi telah dilakukan terhadap tiga pelabuhan strategis, yaitu Pelabuhan Torobulu, Amolengo, dan Pelabuhan Penyeberangan Tampo.

Peningkatan layanan dan pengelolaan yang tertib diharapkan dapat berdampak ganda: masyarakat semakin nyaman menggunakan layanan transportasi umum, dan pendapatan daerah dapat dikelola secara lebih akuntabel untuk kembali dimanfaatkan bagi pembangunan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Tinggalkan Balasan