BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem, Sultra Ditetapkan Status Siaga

KENDARINEWS.COM—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk sebagian besar wilayah Indonesia, yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Dikutip dari ANTARA, tiga daerah, yakni Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara, ditetapkan berstatus siaga.

Kalimantan Selatan
Menurut analisis cuaca BMKG, Kalimantan Selatan diperkirakan mengalami hujan lebat pada siang hingga sore hari, khususnya di Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut.

Pada malam hari, hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat akan melanda wilayah Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut.

Sulawesi Selatan
Mayoritas wilayah Sulawesi Selatan diprediksi berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang pada pagi hingga siang hari, dengan suhu berkisar antara 20-33 derajat Celsius dan kelembapan 65-95 persen.

Sulawesi Tenggara
Wilayah Sulawesi Tenggara diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai guntur dan angin kencang pada pagi hingga dini hari. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kolaka Timur, Kolaka, dan Kolaka Utara.

Peringatan Dini di Wilayah Lain
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk dampak hujan dengan intensitas sedang hingga deras di Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Maluku, dan enam provinsi di Papua.

Sementara itu, wilayah  DKI Jakarta diperkirakan cerah hingga cerah berawan pada pagi hingga dini hari, dengan kelembaban 60-100 persen pada malam hari, dan suhu 23-33 derajat Celsius.

Fenomena Atmosfer
Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, menyebutkan bahwa potensi hujan tinggi di sejumlah wilayah Indonesia masih tinggi setidaknya hingga bulan September, meskipun sudah mulai memasuki musim kemarau.

Hal ini disebabkan oleh beberapa dinamika atmosfer yang masih aktif, seperti fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang ekuatorial Rossby, Kelvin, serta pola sirkulasi siklonik dan potensi pembentukan daerah belokan dan perlambatan angin

Dampak dan Tindakan Pencegahan
Kondisi cuaca ekstrem ini bisa menimbulkan dampak kebencanaan hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, banjir lahar hujan, tanah longsor, dan lainnya. Oleh karena itu, BMKG meminta masyarakat untuk selalu memperbarui informasi melalui kanal resmi infoBMKG dan menghindari berita hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan

Tetap waspada dan siaga terhadap perubahan cuaca yang terjadi, serta lakukan langkah-langkah pencegahan untuk meminimalkan dampak buruk yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem ini. (Fj/Kn)

Tinggalkan Balasan