Sebulan, 10 Kejadian Tanah Longsor

KENDARINEWS.COM–Hujan yang terus mengguyur menyebabkan longsor dibeberapa titik di Kota Kendari. Dalam sebulan terakhir ini ada 10 kejadian tanah longsor.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kendari Muhammad Erwin Fajar meminta warga yang tinggal di sekitar perbukitan harus lebih hati-hati. Pasalnya, daerah ini kerap terjadi longsor. Daerah yang rawan longsor diantaranya, Benu-benua, Punggaloba, Sanua, Kendari Barat, Mandonga dan Kemaraya.

“Saat ini, kami telah memetakan daerah rawan longsor. Sebagai upaya mitigasi, kami kerap turun lapangan mengingatkan warga termasuk memberikan bantuan jika terjadi bencana,” kata Muhammad Erwin Fajar, Selasa (26/7).

Selain itu, pemerintah turut mengimbau warga tak membangun rumah di wilayah perbukitan yang rawan longsor. Sebab sewaktu-waktu musibah bisa terjadi. Apalagi wilayah perbukitan yang telah gundul. “Kami imbau kepada masyarakat supaya kalau daerah-daerah yang sudah tidak bisa atau sudah tidak layak di bangun jangan membangun rumah. Kita tahu bersama saat musim penghujan resiko terkena longsor sangat besar,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir meminta masyatakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam yang bisa terjadi kapan dan di mana saja. Atas dasar itulah, ia menginstruksikan BPBD untuk melaksanakan upaya mitigasi dan penyelamatan jika bencana terjadi.

“Kita sudah siap. Saya sudah perintahkan BPBD untuk bersiaga. Kemarin, musibah longsor di kecamatan Kendari Barat juga telah ditangani. Insyah Allah kita siap merespon berbagai aduan dan masukan dari masyarakat,” kata Sulkarnain Kadir.

Terpisah, Kepala BPBD Kendari, Paminuddin siap menindaklanjuti instruksi dari Wali Kota. Beberapa titik rawan telah dipetakan. Mulai daerah aliran sungai Wanggu yang kerap langganan banjir seperti di Baruga, Wuawua dan Kambu. Demikiannya halnya potensi tanah longsor di Puuwatu, Kendari dan Kendari Barat.

“Di musim penghujan ini kami harap masyarakat untuk waspada. Khususnya yang berada disekitaran bantara sungai dan juga lereng-lereng agar tidak lengah. Segera laporkan jika terjadi bencana. Tim kami siap 24 jam untuk melaksanakan pertolongan,” pungkasnya. (kn)

Tinggalkan Balasan