Balas Cuitan Fahri Hamzah, Adian Singgung Perjuangan soal Lahan di Konut

Sebelumnya, Fahri Hamzah lewat akun Twitter @fahrihamzah membuat kicauan dengan judul ‘Pesan Pada Generasi ku’. Dia kemudian mengingatkan enam hal. Yakni, jangan membiarkan kebebasan terancam, jangan membiarkan rakyat sakit dan menderita, jangan membiarkan penguasa menganiaya.

Kemudian, jangan membiarkan pengusaha mengatur negara, jangan menjadi corong penguasa dan mengingatkan untuk melindungi serta membantu para mahasiswa dan oposisi. “Saya ingat ketika saya dan kawan kawan tersisa yang masih di jalan tahun 1999, Fahri sudah menjadi staff ahli di MPR,” ujar Adian.

Fahri kemudian dilantik menjadi anggota DPR pada 2004, sedangkan Adian dan sejumlah akivis 98 lainnya masih dalam tekanan, bahkan ada beberapa yang ditangkap.

“Kantor pengacara saya di police line pada 2008. Saya dikejar hingga menjadi gelandangan, berkeliling dari kota ke kota lalu menjadi pengumpul trolly di berbagai pusat perbelanjaan negara orang. Saya juga dipukuli hingga babak belur oleh belasan polisi di pengadilan Jakarta Pusat pada 2010,” ucapnya.

Meski demikian, dia tidak pernah usil mengkritik dan mempertanyakan pilihan politik masing masing orang, termasuk mengkritik Fahri yang saat itu sedang menikmati kursi sebagai anggota DPR RI. “DPR memutuskan penyidikan kasus Trisakti dan Semanggi tidak diteruskan pada 13 Maret 2007.

Saat itu, Fahri yang mengaku aktivis 98 sudah menjadi anggota DPR dan berada di Komisi III, komisi terkait Hukum dan HAM,” katanya.
Adian Napitupulu secara jujur mengaku kecewa dengan sikap Fahri ketika itu, tetapi tak ingin menghakimi Fahri Hamzah.

Meski sebagai pimpinan Komisi III, Fahri Hamzah bisa berusaha melawan penghentian penyidikan tersebut. “Saya baru terpilih menjadi anggota DPR pada 2014, sementara Fahri terpilih kembali untuk yang ketiga kalinya. Saat menuju pemilihan pimpinan DPR, Fahri bersama sebagian anggota DPR mengubah UU MD 3 agar partai pendukung calon presiden yang kalah bisa menguasai seluruh pimpinan DPR saat itu,” beber Adian Napitupulu lagi.

Tinggalkan Balasan