Resmikan SPKLU, Gubernur Instruksikan Pemda Gunakan Kendaraan Listrik

KENDARINEWS.COM — Kendari menjadi salah satu Kota pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Sebagai bentuk dukungan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menghadirkan stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)
di kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Wuawua. Langkah ini sejalan dengan visi-misi Pemkot dalam mewujudkan Kendari sebagai Kota Layak Huni Berbasis Ekologi, Informasi dan Teknologi.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menyambut baik dukungan yang diberikan PLN. Untuk itulah, ia mengajak warga Kota Kendari penggerak perubahan serta menjadi yang terdepan dalam mengimplementasi kendaraan listrik di Sultra.

“Dengan menggunakan kendaraan tenaga listrik, kita tidak lagi menyumbangkan emisi gas buat kelestarian alam. Di sisi lain, kita juga mendorong industrialisasi. Sebab sumber bahan baku kendaraan litium berada di Sultra. Semakin banyak warga di dunia yang menggunakan kendaraan listrik, maka akan berkontribusi pada kemajuan daerah,” ujarnya saat peresmian SPKLU, Senin (17/1).

Gubernur Sultra, Ali Mazi (tengah) bersama Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (dua dari kiri), Bupati Konut, Ruksamin (dua dari kanan) dan General Manager PLN UIW Sulselrabar, Awaluddin Hafid (kanan) menggunting pita tanda peresmian SPKLU i kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Wuawua, Senin (17/1). PLN KENDARI FOR KENDARI NEWS

Tidak hanya ramah lingkungan, kendaraan listrik lebih ekonomis sebab mampu menghemat biaya operasional hingga 70 persen. Sejak menggunakan kendaraan listrik, ia tak perlu membeli bahan bakar. Baterai kendaraan yang digunakannya tidak setiap harinya dicas. “Hanya 3 hari sekali saja saya cas, tidak tiap hari. Untuk aktivitas di dalam Kota Kendari tidak butuh banyak energi. Karena sesibuk-sibuknya saya, paling berkurang 15 s.d 20 persen,” ujarnya.

Gubernur Sultra, Ali Mazi menginstruksikan seluruh jajaran OPD lingkup Pemprov, Pemkot dan Pemkab mmenggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional. Apalagi Sultra adalah penghasil nikel terbesar di Indonesia. Yang mana, menjadi bahan baku pembuatan baterai untuk kendaraan listrik

“Berdasarkan Peraturan Presiden (PP) nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, maka kita harus dukung penggunaan kendaraan listrik. Selain ramah lingkungan, kita juga membantu ketahanan energi nasional dengan pengurangan impor BBM,” ujarnya.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara (Sulmapana) PLN, Adi Priyanto menjelaskan percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) akan mendukung penurunan impor BBM dan mendukung ketahanan energi nasional. “Ditargetkan di Indonesia pada tahun 2030 akan ada 2 juta mobil listrik, 13 juta unit motor listrik, dan 30 ribu SPKLU di Seluruh Indonesia,” pungkas Adi.

Di wilayah kerja PLN Regional Sulmapana sendiri, terdapat 10 SPKLU yang sudah beroperasi. “Di tahun 2022 kami menargetkan ada penambahan 14 unit SPKLU di wilayah kerja PLN Regional (Sulmapana) dan kami berharap dengan adanya infrastruktur SPKLU dapat mendukung percepatan era kendaraan listrik. Kami juga mengajak investor untuk berkolaborasi dalam program partnership SPKLU dengan model bisnis Sharing Economy,” ungkap Adi Priyanto.

General Manager PLN UIW Sulselrabar, Awaluddin Hafid memaparkan SPKLU PLN ULP Wuawua telah terintegrasi dengan aplikasi charge.IN. Dengan teknologi fast charging, pengisian dari kosong ke full 100 persen hanya dalam waktu 180 menit serta sudah bisa menempuh jarak 300 kilometer (km).

“Kami meyakini keberadaan listrik bukan hanya sekedar penerang, tetapi juga akan menggerakkan kegiatan usaha yang menciptakan beragam cerita sukses dalam setiap kehidupan,” imbuh Awaluddin. (b/m2)

SPKLU PLN ULP Wuawua
Kapasitas 2×25 Kilo Watt
Teknologi Fast Charging DC-DC 25 kW dan DC-DC-AC 25 kW
Pengisian Daya Butuh 180 Menit dalam kondisi 0-100 Persen
Bisa Menempuh Jarak 300 Km (Baterai 38,9 kWh)

Tinggalkan Balasan