NU, UHO dan Polda Sinergi Cegah Radikalisme

Metro Kendari

KENDARINEWS.COM — Pemikiran radikalisme mengancam eksistensi keharmonisan bernegara. Penyebarannya mesti dicegah sedini mungkin. Sebagai bentuk komitmen bersama, Nahdaltul Ulama (NU), Universitas Halu Oleo (UHO) dan Polda Sultra menandatangani nota kesepahaman kerja sama perihal menanggulangi ekspansi radikalisme.

Ketua PW NU Sultra, KH. Muslim mengatakan jalinan kerja sama ini sangat penting. Sebagai langkah pencegahan pemikiran radikalisme yang marak disebarkan oknum-oknum yang tak bertanggungjawab. Tak boleh sedikitpun diberikan ruang untuk berkembang. Karena imbasnya dapat mengancam eksistensi bangsa Indonesia. “MoU kerja sama dilakukan untuk menguatkan persatuan dalam memerangi pemikiran radikalisme. Ouput-nya agar tak ada kelompok yang menodai ajaran agama bahkan mengguncang keamanan negara. Dan ini tidak bisa kita lakukan secara mandiri. Butuh kekompakan bersama sebagai bentuk sinergitas,” kata K.H. Muslim kepada Kendari Pos, Rabu (24/3)

Tidak sedikit informasi beredar ditengah masyarakat, kata dia, bertentangan dengan kaidah hukum. Yang imbasnya membahayakan ketentraman sebagai warga negara jika tidak dipahami dengan seksama. Berangkat dari hal tersebut, pada kegiatan dirangkaikan dengan launcing buku membahas toleransi dan penanggulangan radikalisme. “Intisari buku yang dilauncing untuk memberikan pemahaman jernih bagi masyarakat. Agar tidak terjebak dengan pemikiran radikalisme,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UHO, Prof Muhammad Zamrun menyebut adanya kolaborasi antara PW NU, UHO, dan Polda Sultra diharapkan bisa mencegah tindakan sekelompok orang yang berdampak pada munculnya gerakan radikalisme. “Ini baru awal. Saat ini kita baru memulai kerja sama ini dengan 3 intansi tetapi ke depannya semoga semua pihak baik Pemda, TNI dan elemen lainnya bisa bersama-sama,” katanya.

Prof Muhammad Zamrun mengaku kegiatan pencegahan radikalisme sudah lama dilakukan di UHO. Mulai dari seminar, sosialisasi dan kegiatan-kegiatan akademik lainnya. “Subtansinya untuk melindungi mahasiswa dari pengaruh pemikiran berbahaya yang dapat mengancam atau mendatangkan bahaya bagi bangsa dan negara,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Dirintel Polda Sultra, Kombespol Suswanto menuturkan adanya gerakan kelompok tertentu yang berdampak pada ketidaknyamanan masyarakat akan menjadi target dan sasaran untuk melakukan pengamanan. Tetapi dengan langkah-langkah edukasi dan pendekatan persuasif. “Kondisi saat ini yang tidak stabil mesti dikendalikan dengan baik. Untuk mencegah secara maksimal sehingga tidaka meramban ke isu yang lain yang lebih sensitif. Sistemnya dengan melibatkan semua stakehder terutama pemangku adat dan tokoh masyarakat sebagai panutan yang sudah menjadi budaya. Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan komunikasi dengan para pemangku adat di Sultra,” ujarya. (c/ali)

Tinggalkan Balasan