Ekonomi Sultra Tumbuh 6,23 Persen di Atas Nasional

Ketergantungan Fiskal dan Penyerapan Tenaga Kerja Jadi Tantangan

KENDARINEWS. COM– Perekonomian Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,23 persen pada Triwulan I 2026, angka ini berada di atas rata-rata nasional. Di balik capaian positif tersebut, daerah masih menghadapi dua pekerjaan rumah besar: tingginya ketergantungan terhadap dana pusat dan pertumbuhan yang belum sepenuhnya menyerap tenaga kerja. Hal tersebut terungkap dalam Forum Ekonomi Regional Sultra.

Kepala Kanwil DJPb Sultra, Dr. Iman Widhiyanto, menyampaikan hingga akhir Juni 2026 realisasi belanja negara mencapai Rp11,29 triliun atau 52,60 persen. Peningkatan belanja modal bahkan melonjak 203 persen, didorong pembangunan Sekolah Rakyat dan kebutuhan pegawai.

Kepala Bappeda Sultra, Dr. Mustakim Darwis, menambahkan pertumbuhan ini turut menekan angka kemiskinan menjadi 10,14 persen dan mengangkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ke angka 74,25. Namun, Tingkat Pengangguran Terbuka justru naik tipis menjadi 3,31 persen. Tantangan lain, ketergantungan fiskal daerah terhadap transfer pusat masih mencapai 69 persen.

Untuk mengatasinya, mulai 2027 Pemprov Sultra akan menerapkan skema anggaran 90:10, di mana 90 persen dana difokuskan pada program prioritas dan hanya 10 persen untuk operasional.

Pakar Ekonomi UHO, Dr. Syamsir Nur, mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini masih didominasi sektor pertambangan yang bersifat ekstraktif dan sedikit menyerap tenaga kerja.

“Kita masih mengalami fenomena jobless growth. Selain itu, masih terjadi ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dengan kualitas SDM lokal,” ujarnya.

Pemerintah pun menargetkan penguatan Pendapatan Asli Daerah serta pengembangan sektor unggulan: pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan ketahanan pangan berbasis agro-maritim.  

Tinggalkan Balasan