Perhubungan Sultra Bertransformasi Digital, 5 Sistem Baru Permudah Pelayanan

KENDARINEWS.COM–Di tengah arus zaman yang bergerak semakin cepat, pelayanan publik tak lagi cukup hanya hadir di balik meja dan tumpukan berkas. Masyarakat membutuhkan layanan yang lebih ringkas, mudah dijangkau, transparan, dan memberi kepastian. Menjawab tuntutan itu, sektor perhubungan Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menapaki perubahan melalui sejumlah inovasi berbasis digital.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menghadirkan lima inovasi digital yang diarahkan untuk mendorong pelayanan perhubungan menjadi lebih cepat, mudah, efektif dan transparan.

Lima inovasi tersebut yakni Sistem Informasi Pelayanan Sewa Lahan atau Bangunan (SILABANG), Sistem Informasi Rekanan Langsung (SIRAL), E-Retribusi Pelabuhan, Sistem Informasi Pelayanan Operator Kapal (SIP-OK), serta E-Retribusi Parkir.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra yang juga Kepala Dishub Sultra, Muhammad Fadlansyah, mengatakan digitalisasi merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik.

Menurut Fadlansyah, inovasi yang dibangun Dishub Sultra tidak semata-mata berbicara mengenai pemanfaatan teknologi. Lebih jauh, digitalisasi diarahkan untuk menghadirkan perubahan nyata dalam kualitas pelayanan yang diterima masyarakat maupun pelaku usaha.

“Kami menyadari bahwa inovasi bukan hanya tentang pemanfaatan teknologi, tetapi juga merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik agar pelayanan semakin cepat, semakin mudah, semakin transparan, efektif, dan memberikan kepastian bagi masyarakat serta para pelaku usaha,” kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra yang juga Kepala Dishub Sultra, Muhammad Fadlansyah.

Dia menegaskan, kehadiran sistem digital tersebut diharapkan mampu membuat proses pelayanan menjadi lebih sederhana dan terukur. Dengan sistem yang dibangun, pelayanan diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada proses manual, sehingga masyarakat maupun pelaku usaha memiliki akses yang lebih mudah terhadap layanan yang dibutuhkan.

“Saya mengajak seluruh jajaran Pemprov Sultra, para pemangku kepentingan, mitra kerja dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung serta memanfaatkan inovasi digital yang telah disiapkan,” ujarnya.

Baginya, keberadaan aplikasi atau sistem digital saja belum cukup. Inovasi akan memberikan manfaat apabila digunakan secara optimal dan dipelihara secara berkelanjutan.

“Keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh sistem yang dibangun, tetapi juga oleh komitmen kita bersama dalam menggunakan secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Karena itu, Dia mendorong agar inovasi tidak berhenti sebagai program sesaat. Digitalisasi harus tumbuh menjadi budaya kerja di lingkungan pemerintahan sehingga mampu membentuk pola pelayanan yang lebih modern, responsif dan terpercaya.

“Mari kita jadikan inovasi sebagai budaya kerja yang menghadirkan pelayanan publik yang semakin modern, responsif, dan terpercaya demi mendukung terwujudnya Sulawesi Tenggara maju yang aman, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya. (jib)

Tinggalkan Balasan