KENDARINEWS. COM— Wajah transportasi laut Sulawesi Tenggara sedang dipersiapkan menuju standar pelayanan yang jauh lebih baik, aman, dan modern. Pemerintah Provinsi Sultra menargetkan rehabilitasi menyeluruh terhadap 13 pelabuhan penyeberangan milik daerah akan rampung sepenuhnya pada tahun 2029.
Program besar ini menjadi agenda strategis Dinas Perhubungan Sultra sekaligus wujud nyata komitmen Gubernur Andi Sumangerukka dalam memperkuat konektivitas antarpulau.
Penjabat Sekretaris Daerah sekaligus Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Muhammad Fadlansyah, menjelaskan pembenahan ini mendesak dilakukan karena sejumlah fasilitas pelabuhan yang ada saat ini sudah tidak memadai untuk melayani masyarakat dengan baik.
“Kita akan melakukan peremajaan, rehabilitasi total, dan pembangunan terminal modern di 13 terminal pelabuhan milik Pemprov Sultra,” tegas Fadlansyah.
Tiga pelabuhan telah memulai pembangunan pada tahun ini: Pelabuhan Baubau, pelabuhan Penyeberangan Amolengo, pelabuhan Penyeberangan Torobulu
Pekerjaan dilakukan bertahap — tahun ini difokuskan pada pembenahan fasilitas di daratan, sementara pemugaran infrastruktur di sisi laut akan dilanjutkan pada tahun berikutnya. Pola ini kemudian akan diterapkan ke seluruh pelabuhan secara berurutan.
“Tahun ini sisi daratnya, tahun depan sisi lautnya. Secara bertahap sampai 2029, kita tuntaskan semuanya,” ujar Fadlansyah.
Seluruh 13 pelabuhan akan dibenahi secara menyeluruh, mencakup bangunan terminal, area dermaga, hingga sarana penunjang keselamatan pelayaran. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperindah wajah pelabuhan, tetapi juga memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi barang, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh penjuru Sultra.
Kehadiran pelabuhan yang layak dan modern nantinya akan menjadi fondasi kuat bagi konektivitas antarwilayah yang lebih erat, aman, dan berdaya saing.










































